JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kuasa Hukum Terdakwa Curiga Kebutaannya Cuma Rekayasa, Novel Tersinggung

Penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama kuasa hukumnya Saor Siagian usai menjalani pemeriksaan saksi selama 8 jam di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 6 Januari 2020. Foto: Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Luka dan kebutaan di mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dipertanyakan keasliannya oleh tim Kuasa Hukum terdakwa.

Pertanyaan itu disampaikan kuasa hukum terdakwa saat Novel menjadi saksi dalam persidangan, Kamis (30/4/2020).

“Mohon izin Yang Mulia, apakah mata kiri ini memang begitu lukanya, ini mohon maaf ini saudara saksi jangan sampai ini salah mengartikan, apakah saudara saksi pakai softlens atau memang luka betulan?” ujar seorang kuasa hukum terdakwa  Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis ( 30/4/ 2020).

Baca Juga :  Para Tenaga Honorer Bakal Terima Bantuan Sosial dari Pemerintah

Novel Baswedan lantas menjawab bahwa memang ada oknum yang mengarang cerita tentang softlens tersebut. Tapi dia memastikan bahwa lukanya benar karena terkena siraman air keras.

“Ini bukan softlens. Kalau Anda punya cuttonbud mau dicopot boleh,” kata Novel Baswedan.

Novel pun mengaku tersinggung atas pertanyaan oleh kuasa hukum itu. Hakim kemudian mencoba menenangkan dengan menyebut bahwa pertanyaan kuasa hukum mungkin dimaksudkan sebagai fakta hukum.

Baca Juga :  Sampai 17 September, Jumlah Pendaftar Kartu Prakerja Mencapai 26 Juta Orang

“Ini tidak ada penghormatan terhadap seorang korban,” kata Novel menanggapi. “Saya pastikan ini tidak bisa dilepas yang Mulia,” Novel melanjutkan.

Dalam persidangan itu, Novel menyatakan bahwa kondisi mata kirinya telah buta permanen. Sedangkan di mata kanannya hanya berfungsi sekitar 50 persen saja.

www.tempo.co