JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pasien Positif Corona di Samarinda Ngamuk Tolak Diisolasi Dobrak Pintu dan Ancam Petugas Pakai Pecahan Kaca

Pasien positif Corona di Samarinda ngamuk tolak diisolasi di RSUD AWS ancam petugas pakai pecahan kaca. TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO

JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pasien positif corona di Samarinda mengamuk tolak diisolasi dan ancam petugas pakai pecahan kaca. Berdasar hasil rapid test pria berusia 52 tahun tersebut dinyatakan positif virus Corona atau covid-19.

Dia mengamuk karena tak ingin diisolasi dan memaksa pulang ke rumah

Pasien tersebut laki-laki berinisial N diketahui berumur 52 tahun dan tinggal di Jalan Pemuda 2, Samarinda. Pasien ini diketahui sudah dinyatakan positif melalui rapid test, ia mengamuk sejak Jumat pagi.

Selain mengamuk, ia juga memecahkan kaca dan turut mengancam tenaga medis dengan pecahan kaca jendela, serta sempat mendobrak pintu ruangan. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda Dr Osa Rafshodia membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Putra Sulung dan Menantu Presiden Jokowi Maju Pilkada Serentak 2020, Ini Perbandingan Harta Kekayaan Gibran dan Bobby, Tajir Siapa?

Ditanya apakah benar pasien tersebut dari kluster Gowa dan dipulangkan ke rumahnya di siang hari, ia juga membenarkan.

“Iya (kluster Gowa), diberlakukan karantina wilayah selama 30 hari, dipulangkan tim Dinkes bersama BPBD, Kepolisian,” ucap dr Osa, pada Jumat malam (10/4/2020).

Pasien tersebut diketahui dikarantina pada Rabu 8 April 2020, “Dinyatakan hasil rapid test positif dan diisolasi di RSUD AWS,” terang dr Osa.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan menerapkan karantina rumah kepada yang bersangkutan. Dan ia menjelaskan bahwa pasien tersebut menolak untuk dirawat. Ditanya mengenai apakah seorang pasien memiliki hak untuk menolak diisolasi di Faskes (Fasilitas Kesehatan) atau di rumah sakit, ia menjawab hal tersebut.

Baca Juga :  Faisal Basri: Ekonomi RI Lebih Bagus dari Nepal, Tapi Kalah Jumlah Tes Corona

“Bukan masalah hak atau kewajiban, tapi patuh atau tidak pada imbauan Pemerintah dalam upaya penanggulangan covid-19,” tegasnya.

Identitas Pasien Beredar di WhatsApp Grup

Chatt WA grup soal pasien yang mengamuk (Kolase)

Gemas dengan tingkah sang pasien positif Virus Corona, data pasien berinisial N itu pun beredar di grup-grup WhatsApp.

Termasuk alamat lengkap pasien. Penyebar data ini mengungkap agar warga hati-hati dan tak melakukan kontak dengan pasien tersebut.

www.tribunnews.com