JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tanpa Disadari, Air Sumur di Wilayah Sragen Kota Ternyata Punya Kandungan Besi Sangat Tinggi. Ini Bahayanya Jika Terlalu Banyak Konsumsi Tanpa Filtrasi!

Sejumlah teknisi PDAM Sragen saat melakukan maintenance sumur di Sragen Dok. Foto/Wardoyo

loading...
Sejumlah teknisi PDAM Sragen saat melakukan maintenance sumur di Sragen Dok. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kandungan mineral besi atau ferrum (fe) pada sumur tanah di wilayah Sragen Kota dinilai cukup tinggi. Jika mengonsumsi air sumur tersebut tanpa filtrasi maka bisa berdampak pada kesehatan organ vital atau organ dalam.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PDAM Tirtonegoro Sragen, Supardi di sela-sela pemantauan proses filtasi dan aerasi sumur dalam milik PDAM Sragen di Sragen.

Ia menyampaikan proses maintenance sumur dengan aerasi dan filtrasi, memang sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan di semua sumur-sumur milik PDAM.

Terutama di sumur wilayah kota. Hal itu sangat penting mengingat tingginya kandungan mineral besi pada air sumur di wilayah kota.

“Seperti sumur kami di Sragen Dok ini, rutin tiga bulan sekali kita maintenance dengan aerasi dan filtrasi. Karena kandungan besinya agak tinggi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Supardi menggambarkan dalam kondisi normal, air sumur di wilayah kota memiliki kandungan besi antara 0,5 sampai 0,6 mg perliter.

Padahal ambang batas syarat untuk bisa dikonsumsi adalah 0,3 mg perliter. Proses aerasi dan filtrasi atau penyaringan itulah yang dilakukan untuk mengurangi kandungan mineral yang ada.

Baca Juga :  Kasus Ancaman Teror ke Petugas Medis di Sragen Resmi Diambil Alih Polres. Kapolres Sebut Sudah 4 Saksi Diperiksa Termasuk Korban

“Kalau sudah difiltrasi dan proses aerasi, kandungan fe di sumur kami jadi 0,03 mg perliter. Jauh di bawah ambang batas sehingga sangat aman dikonsumsi,” tukasnya.

Jika air sumur di wilayah kota langsung dikonsumsi, maka bisa dibayangkan banyaknya kandungan besi yang ikut terkonsumsi.

“Dengan kandungan itu, sumur-sumur warga itu tanpa disadari banyak kandugan besinya. Bayangkan jika kandungan 0,6 mg setiap liternya, andai sehari mengkonsumsi satu kubik air, sudah 6 mg bezi ikut masuk ke tubuh kita. Dan kandungan mineral itu akan mengendap, dampak panjangnya nanti akan berpengaruh ke organ vital di dalam tubuh,” tuturnya.

Atas realita itu, Supardi menyebut filtrasi sudah menjadi program rutin yang harus dilakukan secara berkala.

Dirut PDAM Sragen, Supardi. Foto/Wardoyo

Total ada 49 sumur milik PDAM Sragen yang semuanya rata-rata dilakukan maintenance setiap tiga hingga enam bulan sekali tergantung kualitas air dan kandungan mineralnya.

Meski terlihat sederhana, proses aerasi dan filtrasi sumur-sumur dalam itu tak bisa sembarangan dilakukan.

Baca Juga :  Siapkan 8.000 Rapid Test Kit, Hari Ini Pemkab Sragen Mulai Geber Rapid Test Massal dari Sambirejo. Sasarannya Para Tokoh Agama, Satgas, Pedagang hingga Ibu Hamil!

Di PDAM Sragen selama ini cukup terbantu karena sudah memiliki teknisi-teknisi yang pernah mendapat ilmu dari program kerjasama dengan Jerman beberapa tahun silam.

“Bayangkan kedalaman sumur kita ini 140 meter. Itu harus dikompresor, kalau tidak tahu tekniknya ya nggak mudah. Makanya kemarin beberapa PDAM luar daerah studi banding ke sini khusus untuk maintenance sumur. Ada dari PDAM Padang Sumbar dan Malang yang kemarin sampai beberapa hari belajar ini,” timpal Direktur Teknik, Samuel Rudhianto.

Supardi menambahkan selain menjaga kualitas air hingga layak sebagai air sehat, proses maintenance itu juga untuk menjaga kuantitas air produksi.

Sebab biasanya jika sudah beberapa bulan, akan muncul endapan yang berpotensi mengurangi produksi air dari sumur.

“Sumur kita ini dalamnya 140 meter, kemarin ketika terakhir kita ukur sebelum maintenance tinggal 90 meter karena ada endapannya. Dengan dikompresor dan filtrasi itu endapan-endapan itu dikeluarkan dan dibersihkan sehingga airnya menjadi sehat dan kedalamannya kembali seperti semula,” pungkasnya. Wardoyo