JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Update Terbaru Corona Jateng, Jumlah ODP Makin Meroket Jadi 16.348 Kasus, 133 Positif, 481 Dirawat dan 22 Meninggal

Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Wardoyo
Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus corona virus atau covid-19 di Jawa Tengah kembali menunjukkan tren memprihatinkan. Hingga Selasa (7/4/2020), jumlah kasus positif, ODP, PDP terus menunjukkan peningkatan.

Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng melalui laman corona.jatengprov.go.id, hingga Selasa (7/4/2020) malam pukul 22.00 WIB, jumlah kasus positif di Jateng mencapai 133 orang atau tambah satu dari sehari sebelumnya.

Dari jumlah itu 97 orang masih dirawat, 14 orang dinyatakan sembuh dan 22 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Jumlah korban meninggal bertambah empat orang kemarin dari sehari sebelumnya yang tercatat 18 kasus meninggal.

Kemudian jumlah ODP tercatat meroket tajam mencapai 16.348 orang naik dari sehari sebelumnya yang sebanyak 15.614 orang. Pun dengan jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat naik dari 449 orang menjadi 481 orang hari ini.

Baca Juga :  Pria Usia 50 Tahun Kejang-kejang dan Muntah Darah di Halte Bus Trans Semarang, Meninggal Tak Lama Usai Dibawa ke Rumah Sakit

Dalam website tersebut, juga dipaparkan
22 korban Meninggal positif COVID-19 di Jateng. Rinciannya 4 pasien meninggal di RSUD Dr. Moewardi Solo, 6 di RSUP Dr. Kariadi Semarang, 1 di RSU dr. Soedjono Magelang, 1 di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 2 di RSU Telogorejo Semarang.

Lantas, 1 pasien di RSUD Prof Dr. Margono Purwokerto, 1 di RSU Harapan Anda Tegal, 1 di RSUD Cilacap, 1 di RS Kraton Pekalongan, 1 di RSU Mardi Rahayu Kudus, 2 di RSUD Tidar Magelang dan 1 di RSU Columbia Asia Semarang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembaruan data persebaran Covid-19 ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan peduli pada kondisi wilayahnya masing-masing.

Dia berharap update data itu tidak membuat masyarakat panik. Sebaliknya turut membantu pemerintah memutus persebaran virus ini dengan tetap tinggal di rumah.

“Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel,” kata Ganjar di rumah dinasnya kemarin.

Baca Juga :  Kekeringan Melanda Grobogan, 80 Desa Alami Kekurangan Air Bersih, Bantuan 1.431.000 liter Air Bersih Telah Disalurkan

“Kalau sudah tahu, diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yuk kita dirumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus,” imbuhnya.

Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang makin paham dan peduli terhadap perkembangan wabah ini.

“Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan sebagainya,” pungkasnya. Edward