JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

10% Pengunjung Pasar Tradisional di Solo Masih Bandel Tak Pakai Masker

Dinas Perdagangan bersama Satpol PP menggelar razia masker di Pasar Gede, Solo, Senin (4/5/2020). Aksi ini sebagai upaya untuk menekan jumlah warga yang terpapar corona. Foto: Surakarta.go.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekitar 10 persen pengunjung pasar tradisional di Solo masih belum mengenakan masker. Hal itu terungkap dari razia yang dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo beberapa waktu terakhir.

Kepala Disdag Solo, Heru Sunardi mengatakan, pihaknya gencar menggelar razia masker di pasar-pasar tradisional di Kota Solo selama beberapa waktu belakangan ini. Dan hasil dari razia diketahui sekitar 10 persen pengunjung masih “bandel” tidak memakai masker saat berbelanja.

Baca Juga :  Turunan Sumpah Pemuda Mojosongo Solo Jadi Jalur Maut, Begini Imbauan Kasatlantas Agar Kejadian Tak Terulang

“Kalau secara umum, sejak diterapkan peraturan “wajib masker” saat berada di pasar, mayoritas sudah menaatinya. Para pedagang semua sudah mengenakan masker saat berjualan. Mereka tertib mengenakan masker dari pagi sampai sore hari,” paparnya, Sabtu (9/5/2020).

Para pedagang diketahui memiliki lebih dari satu masker untuk dipakai bergantian. Selain membeli masker sendiri, sebagian masker yang mereka miliki merupakan bantuan dari Pemkot Solo.

“Pemkot sudah membagikan sekitar 44 ribu masker untuk para pedagang di pasar tradisional. Masalahnya malah pada pembeli yang tidak menggunakan masker. Maka mereka kami suruh pulang atau mencari masker terlebih dulu sebelum ke pasar. Itu temuan kita saat razia,” tukas Heru.

Baca Juga :  10 Tersangka Sudah Dibekuk, Polisi Buru 5 DPO Termasuk Otak Kasus Penyerangan Mertodranan Solo

Terkait hal itu, Heru kembali menegaskan agar masyarakat tidak menyepelekan peraturan wajib masker di pasar tradisional.

“Masyarakat harus saling menjaga diri. Kalau tidak mau memakai masker saat di pasar ya bisa belanja online saja,” pungkasnya. Prihatsari