JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

2 Orang Tewas dalam Tabrakan Maut Bus Restu Mulya dan Truk Ikan

Ilustrasi | joglosemarnews.com

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua orang tewas dalam tabrakan maut antara bus Restu Mulya dengan truk bermuatan ikan di jalur Pantura ruas PLTU Paiton, Probolinggo, Selasa (5/5/2020).

Salah satu korban tewas adalah kernet bus, M Yasin (40). Korban  dikabarkan tewas setelah menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Rizani.

Sedangkan Suminto (38), sopir truk ikan, tewas seketika di lokasi kejadian, akibat luka parah dideritanya.

Selain itu, sembilan orang dikabarkan juga mengalami luka-luka, dan telah mendapat perawatan di RSU Rizani, Probolinggo.

“Dua orang masih dirawat inap. Tapi kalau yang lainnya sudah diperbolehkan pulang,” ujar Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Purwanto Sigit Raharjo, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga :  Sudah Hampir 2 Pekan, Menag Fachrul Razi Masih Dirawat di RS Karena Covid-19

Tabrakan maut itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Kecelakaan bermula ketika truk colt bermuatan ikan S-8472-UK yang dikemudikan Suminto melaju dari arah barat melaju dengan kecepatan tinggi.

Diduga truk bermuatan ikan itu hendak mendahului sebuah truk tanki gandeng bermuatan cairan tetes tebu, bernopol BE-9176-BD yang dikemudikan Hariadi, warga Probolinggo.

Saat truk muat ikan itu baru setengah badan saat mendahului truk tanki gandeng itu, di luar dugaan, dari arah berlawanan datang bus Restu Mulya DK-7527-AZ yang dikemudikan Mamad Sugiyanto (32).

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Tegal Jadi Tersangka Kasus Konser Dangdut di Tengah Pandemi

Bus itu mengangkut 33 orang penumpang yang melaju dari arah Denpasar Bali, juga dalam kecepatan tinggi.

Alhasil, tabrakan adu moncong pun tidak dapat dihindari. Akibatnya, dua kendaraan tersebut rusak parah. Bahkan sejumlah penumpang bus terpental keluar mobil.

Saat ini polisi masih berupaya menggali keterangan, memeriksa para saksi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), guna menguak penyebab pasti tabrakan.

“Masih proses penyidikan dan penyelidikan. Kami enggak belum bisa asumsi macam-macam,” pungkasnya.

www.tempo.co