JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Penjual Mie Ayam dan Pemuda Positif Covid-19 Asal Kalijambe Sragen Akhirnya Dinyatakan Sembuh Setelah Berjuang Selama 23 Hari. Hari Ini Boleh Pulang, Tapi Tetap Harus Isolasi Mandiri 14 Hari!

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, Tatag Prabawanto bersama Kepala DKK Sragen, Hargiyanto saat hendak melepas pasien negatif swab test dari klaster Gowa di Gedung SMS, tadi malam. Foto/Ewarrd
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, Tatag Prabawanto bersama Kepala DKK Sragen, Hargiyanto saat hendak melepas pasien negatif swab test dari klaster Gowa di Gedung SMS, tadi malam. Foto/Ewarrd

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kabar baik berembus di tengah tren peningkatan kasus corona virus atau covid-19 di Sragen. Dua pasien positif covid-19 kembali dinyatakan sembuh.

Dua pasien yang sembuh itu diketahui sudah menjalani perawatan hampir dua pekan lebih di RSUD dr Soeratno Gemolong.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan dua pasien positif yang berhasil sembuh itu berasal dari Kecamatan Kalijambe.

Rencananya dua orang tersebut diperbolehkan pulang hari ini, Rabu (6/5/2020) menyusul dua kali hasil swab terakhir yang menunjukkan tanda negatif.

“Pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat di RSUD Soeratno Gemolong, Insya Allah Rabu Besok akan dipulangkan,” papar Tatag Prabawanto, Selasa (5/5/2020) malam.

Tatag menguraikan, dua pasien tersebut atas nama H  dan W keduanya laki-laki asal Kecamatan Kalijambe. Keduanya berinisial H berumur 25 tahun dan W berusia 45 tahun.

H yang merujuk pada pasien positif asal Desa Wonorejo sembuh setelah dirawat selama 23 hari sejak 13 April 2020.

Baca Juga :  Melonjak Tambah 10 Warga Positif Hari Ini, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Jadi 466 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Terus Bertambah Jadi 62 Orang

sedangkan W yang merujuk pasien penjual mie ayam asal Desa Krikilan dinyatakan pulih setelah dirawat 22 hari sejak tanggal 14 April 2020.

“Kondisi umum keduanya sudah baik. Nantinya setelah pulang, dua pasien tersebut kami edukasi untuk isolasi mandiri 14 hari di rumah dan kami sudah Koordinasi dengan DKK untuk pengawasan dari Puskesmas setempat,” terangnya.

Sebelumnya, H dan W dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 dalam rilis
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati pada Senin (20/4/2020) silam.

Dua warga terpapar covid-19 atau corona virus itu berasal dari Kecamatan Kalijambe berdomisili di Desa Krikilan dan Wonorejo.

Pasien positif covid-19 asal Krikilan diketahui berusia 45 tahun berjenis kelamin laki-laki dan berprofesi sebagai penjual mie ayam.

Dari penuturan sejumlah tokoh di desa setempat, yang bersangkutan selama ini berjualan di warung mie ayam di rumahnya. Warga juga kaget lantaran pria paruh baya itu juga tidak pernah bepergian ke luar kota.

Baca Juga :  Kekeringan Mulai Landa Tangen Sragen. Ada 750 Jiwa di 15 RT Desa Ngrombo Kesulitan Air Bersih, Warga Berharap Bantuan Droping

“Orangnya sebenarnya hanya jualan mie ayam dan di dalam desa. Nggak pergi ke luar kota juga. Ya agak kaget dengarnya Mas,” ujar Ari, salah satu warga.

Sementara satu pasien positif lainnya, diketahui masih muda berusia 25 tahun asal Desa Wonorejo. Yang bersangkutan diketahui memang pulang dari Jakarta.

Sempat memeriksakan diri ke Puskesmas dua kali, pasien itu kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soeratno Gemolong. Saat ini yang bersangkutan dirawat di RSUD Gemolong.

Kades Wonorejo, Edy Subagyo mengatakan memang ada satu warganya berusia 25 tahun dan saat ini dirawat di RSUD Dr Soeratno Gemolong. Yang bersangkutan sempat pulang dari Jakarta dan kemudian mengikuti aturan karantina mandiri di rumah.

“Kemudian mengeluh sakit dan periksa ke Puskesmas. Lalu dirujuk ke RSUD Gemolong,” jelasnya. Wardoyo