loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Maskapai penerbangan Batik Air turut serta membantu pemerintah dalam memutus mata rantai persebaran virus Corona (Covid-19).

Hal itu salah satunya dilakukan dengan mamatuhi dan menjalankan protokol kesehatan, baik bagi karyawan, staf, awak pesawat maupun kepada calon penumpang sebelum terbang.

“Pemeriksaan kesehatan sebelum penerbangan ini sangat penting untuk memastikan kondisi sehat serta laik terbang. Ini semua demi menjamin keselamatan penumpang selama penerbangan,” jelas Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Achmad Luthfie menjelaskan, sejak didirikan pada Mei 2013, Batik Air mengusung konsep sebagai maskapai penyedia layanan penuh, yang mencakup keamanan dan hiburan.

Baca Juga :  10 Cara Mudah Menghemat Uang yang Nggak Pakai Mikir

“Karena itu, Batik Air menawarkan pada tamu, fasilitas dalam penerbangan, yaitu hiburan berupa konten pada layar di setiap kursi, sajian makanan, majalah, koran dan musik,” bebernya.

Batik Air, jelas Achmad, senantiasa mengembangkan full-service sejalan peningkatan jaringan serta kualitas layanan.

“Batik Air melayani konektivitas terjangkau dan mempunyai frekuensi penerbangan mencapai lebih dari 350 perhari dengan rata-rata tingkat ketepatan waktu (OTP) 92.63%,” lanjutnya.

Achmad Luthfie menjelaskan, Batik Air telah memperoleh sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari International Air Transport Association (IATA) untuk ketiga kalinya.

Baca Juga :  10 Cara Mudah Menghemat Uang yang Nggak Pakai Mikir

Hal itu, jelas Achmad, menunjukkan bahwa level keselamatan di maskapai Batik Air meningkat. Di samping itu, citra layanan di mata publik dan tamu semakin membaik.

“Dan ketiga, aspek kualitas dalam industri penerbangan sesuai standar internasional,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, jelas Achmad, Batik Air mengoperasikan pesawat generasi terbaru Airbus 320-200NEO.

“Kita berharap ini bisa meningkatkan kepercayaan dan loyalitas para tamu,” jelasnya. suhamdani