JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hanafi Rais Mundur dari PAN, Adik Kandung: Sikap Tidak Dewasa

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais, yang juga putera mantan Ketua MPR Amien Rais, berhasil lolos menjadi anggota DPR setelah meraih 171.316 suara di Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta pada Pemilu 2019 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kemunduran putra sulung Amien Rais, Hanafi Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan dari DPR disayangkan oleh adik kandungnya, Mumtaz Rais.

“Kedewasaan dalam berpolitik tidak ditunjukkan oleh saudaraku Hanafi Rais,” kata Mumtaz secara tertulis, Kamis (6/5/2020).

Mumtaz mengaitkan mundurnya Hanafi dengan Kongres V PAN di Kendari pada Februari 2020 yang dimenangkan Zulkifli Hasan.

Menurut dia, semua pihak seharusnya arif dan bijaksana menyikapi hasil kongres tersebut.

Menantu Zulkifli Hasan itu mengatakan, Kongres V PAN itu sah dan memiliki legitimasi dengan selisih kemenangan 106 suara untuk Zulkifli.

“Itu adalah kemenangan yang mutlak,” katanya.

Baca Juga :  Dua Pertiga Pengurus Wilayah dan Cabang Setuju, PBNU Putuskan Muktamar Ke-34 Diundur hingga Akhir Tahun 2021

Mumtaz juga menyinggung peristiwa yang disebutnya insiden Pandean pada Februari 2020. Ia mengaku diusir dan dianiaya karena perbedaan sikap politik di Kongres PAN. Rumah Amien Rais di Yogyakarta berlokasi di kawasan Pandean ini.

Menurut Mumtaz, ia berbeda jalan dengan Hanafi dan saudaranya yang lain, yakni Hanum dan Tasniem Rais.

“Sikap ‘baper politik’ yang dipertontonkan oleh Hanafi Rais serta adik-adiknya yakni Hanum Rais dan Tasniem Rais, tidak akan berpengaruh sama sekali kepada saya Mumtaz Rais,” kata Mumtaz.

Mumtaz mengatakan, mundurnya Hanafi bisa jadi adalah strategi untuk ancang-ancang menghadapi kontestasi Pilkada.

Dia mengaku mendengar kabar dari Yogyakarta bahwa Hanafi ingin maju sebagai calon kepala daerah Sleman atau Gunungkidul.

Baca Juga :  Jokowi: Progam Kartu Prakerja Telah Dinikmati oleh 4,86 Juta Penerima

Namun, Mumtaz juga menduga adanya kemungkinan Hanafi mundur untuk fokus menjalani hari-hari sebagai akademisi dan mendekatkan diri dengan keluarga.

“Mengambil dan menyelesaikan program doktoral di luar negeri adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya.

Hanafi Rais sebelumnya menyatakan mundur dari PAN dan anggota DPR. Surat pengunduran diri tertanggal 5 Mei 2020 itu diteken di atas meterai.

Hanafi menyatakan ia tak melihat PAN ke arah perbaikan setelah Kongres V yang ricuh dan mencoreng martabat partai. Ia juga menyinggung sikap PAN yang cenderung konformis terhadap kekuasaan.

www.tempo.co