JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Istana Menyatakan Semua Telah Bekerja Keras Hadapi Covid-19 dan Tidak Ada Reshuffle

Presiden Jokowi dan Ibu Negara menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1441 H / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman menyatakan tidak ada rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini. “Tidak ada, semua bekerja keras menghadapi pandemi Covid-19,” ujar Fadjroel lewat pesan singkat, Rabu malam, (27/5/2020).

Sementara itu, sejumlah pengamat politik menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu melakukan reshuffle untuk mengembalikan kepercayaan publik yang merosot kepada pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

“Ibaratnya, Jokowi adalah manajer klub sepakbola yang ingin mengangkat perfoma klub-nya dengan mengganti beberapa pemain lama dengan pemain baru yang lebih segar,” ujar Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi saat dihubungi Tempo pada Rabu malam, 27 Mei 2020.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Karanganyar Kembali Meningkat, DKK Ingatkan Pejabat Instansi yang Kunjungan Luar Kota Zona Merah Sebaiknya Rapid Test Dulu!

Survei teranyar dari Indo Barometer menunjukkan sebagian besar masyarakat tidak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19.

“Survei ini menemukan bahwa 53,8 persen responden menilai tidak puas,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam keterangan tertulis hari ini, Selasa, 26 Mei 2020.

Beberapa alasannya adalah kebijakan Jokowi selama ini dianggap tidak konsisten, penanganan secara umum lambat, dan kebijakan presiden beserta pembantunya yang sering berbeda-beda.

Baca Juga :  Kembali Meroket, 3 Warga Jumapolo Karanganyar Hari Ini Ditemukan Positif Terpapar Covid-19. Tertular dari Warga Yang Pulang Mudik dari Jatim, Total Jadi 49 Kasus Positif

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah juga menilai perombakan besar di kabinet perlu dilakukan. Terutama, pos-pos yang punya kedekatan dengan penanganan pandemi, seperti; bidang hukum, kesehatan, tenaga kerja, hingga ekonomi.

“Reshuffle ini bisa berdampak kuat pada kepercayaan publik. Terlebih, jika yang tersasar reshuffle adalah menteri dari koalisi pemerintah,” ujar Dedi saat dihubungi terpisah.

www.tempo.co