JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Mantan Bupati Sragen Ciptakan Ramuan Herbal Contravid Penangkal Corona atau Covid-19. Sudah 2.000 Botol Diperbantukan ke Berbagai Negara dan Kota, Diklaim Telah Sembuhkan 17 Pasien Covid-19 di Sragen

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono saat menunjukkan Raman herbal Contravid untuk penangkal virus covid-19 inovasinya. Foto/Wardoyo
Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono saat menunjukkan ramuan herbal Contravid untuk penangkal virus covid-19 inovasinya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah corona virus atau covid-19 yang masih meningkat, membuat manajemen PT Ndayu Alam Asri atau Ndayu Park Sragen tergerak memanfaatkan potensi alam untuk menciptakan ramuan penangkalnya.

Hanya sepekan bereksperimen, pimpinan Ndayu Park yang juga mantan Bupati Sragen Untung Wiyono mampu menciptakan ramuan herbal penangkal covid-19.

Ramuan yang diberi nama Contravid itu ditemukan belum lama ini dan sudah banyak diperbantukan untuk menyembuhkan pasien covid-19 di Sragen hingga luar negeri.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ayahanda Bupati Sragen itu mengungkapkan ramuan herbal Contravid itu diciptakan dari inovasinya meramu berbagai bahan herbal yang tersedia di alam.

Ada 20 bahan tanaman herbal seperti jahe merah, laos, kencur, kapulaga, kunyit, temulawak, daun kelor dan beragam herbal lainnya yang diformulasikan ke dalam ekstrak cair bernama Contravid.

Menurutnya, aneka tanaman obat itu dipilih sebagai bahan utama karena dikenal memiliki khasiat bisa meningkatkan daya tahan, imunitas tubuh dan menangkal virus.

“Kebetulan dari dulu saya suka herbal. Nah melihat fenomena wabah covid-19 yang makin meluas, saya tergerak untuk bagaimana membuat ramuan herbal penangkalnya. Kemarin hanya seminggu eksperimen lalu kami bekerjasama dengan penelitian Universitas Airlangga, akhirnya tercipta ramuan herbal Contravid ini,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM ditemui di kantornya Ndayu Park, Kamis (14/5/2020).

Baca Juga :  Buntut Aksi Boikot Media Saat Penetapan Paslon Pilkada Sragen, Mantan Komisioner Rame-Rame Soroti Kinerja KPU. Roso Khawatir Kepercayaan Publik Memburuk, Budi Sebut Bikin Malu Sragen!

Untung menguraikan inovasi herbal Contravid ciptaannya itu saat ini sudah diproduksi meski dalam jumlah terbatas dan belum dikomersilkan.

Foto/Wardoyo

Untuk sementara, produknya itu masih diperbantukan secara gratis untuk membantu penyembuhan pasien positif covid-19.

Ia menyebut sejauh ini sudah ada sekitar 2.000 botol yang sudah didistribusikan dan dibantukan ke berbagai daerah dan negara.

Di antaranya di Sragen, Jakarta, Malang, Surabaya, Bandung, hingga ke koleganya di luar negeri seperti di Jerman, Italia hingga Vatican.

Selain itu juga ke kedutaan-kedutaan besar negara asing di Indonesia masing-masing sudah dikirim sampel sekitar 100 botol.

“Sementara memang baru kami bantukan untuk sosial dan ibadah. Kemarin untuk pasien positif yang dirawat di Gedung SMS Sragen kita kirim sekitar 100 botol. Alhamdulillah reaksinya bagus, ada sekitar 17 pasien yang sudah sembuh. Kemarin beberapa juga sudah membuat testimoni,” tuturnya.

Baca Juga :  100 Lebih Kelompok Tani di Sragen Digelontor 150 Alsintan Senilai Rp 15,7 Miliar. Anggota DPR RI Luluk Harap Petani Lebih Sejahtera, Bupati Yuni Ingatkan Semua Bantuan Tahun Depan Akan Dicek Masih Ada Wujudnya Atau Tidak!

Lebih lanjut, Untung menyampaikan dalam waktu dekat, pihaknya sudah menyiapkan produksi Contravid secara massal. Saat ini, tinggal menunggu perizinan dari BPOM yang sudah dalam proses.

“Nanti kalau dijual harganya sekitar Rp 100.000 perbotol. Ini inovasi dari kekayaan herbal kita dan sudah ada buktinya banyak pasien covid-19 di Sragen yang sembuh setelah kita bantu dengan Contravid. Dalam waktu dekat kita akan produksi massal,” tukasnya.

Ia menambahkan ramuan Contravid itu memang lebih efektif diperuntukkan bagi pasien yang sudah memiki gejala klinis dan positif covid-19.

“Pemakaiannya satu hari satu botol. Diminum dua kali habis makan, selama lima hari jadi lima botol. Silakan bisa dibuktikan dan ini nyata. Karena banyak pasien yang sudah merasakan perubahannya. Yang dirawat di SMS kemarin positif kemudian kita suplai bantu Contravid ini, kemudian bisa membaik dan negatif,” tandasnya. Wardoyo