JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pandemi Corona Penumpang Bus Trans Jogja Turun 93 Persen

Moda transportasi Trans Jogja. tribunjogja

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jumlah penumpang angkutan umum Trans Jogja mengalami penurunan drastis selama pandemi corona. Saat kondisi normal jumlah penumpang per hari mencapai 20.000 sampai 22.000 orang, kini rata-rata hanya 1.402 orang per hari.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Anindya Mitra Internasional (AMI), Dyah Puspitasari.

“Di kondisi normal penumpang sehari bisa 20.000-22.000. Selama bulan Maret tercatat rata-rata sebanyak 3.303 orang per hari. Bulan April sampai dengan 27 April kemarin rata-rata 1.402 orang per hari,” ujar Dyah saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (1/5/2020).

Artinya, penurunan jumlah penumpang Trans Jogja mencapai 93,63 persen di masa pandemi selama April 2020.

“Jadi semakin hari di bulan Maret sampai April makin menurun,” imbuh Dyah. Dyah menjelaskan, penumpang Trans Jogja selama ini didominasi oleh para pelajar. “Selama BDR (belajar di rumah) otomatis menurun drastis,” ungkapnya.

Seiring dengan perubahan ini, Dinas Perhubungan DIY telah menginstruksikan pengurangan jumlah armada Trans Jogja yang beroperasi. Kebijakan tersebut berlaku per hari ini, Jumat (1/5/2020).

Adapun jumlah pengurangan armada Trans Jogja adalah sebesar 30 persen, yakni dari 116 unit armada menjadi 83 unit saja yang akan beroperasi.

Pengurangan tersebut berlaku hampir di semua jalur dengan rincian sebagai berikut:

Baca Juga :  Mantan Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto Dinyatakan Positif Covid-19

1. Jalur 1A: dari 14 unit menjadi 8 unit

2. Jalur 1B: dari 9 unit menjadi 6 unit

3. Jalur 2A: dari 10 unit menjadi 8 unit

4. Jalur 2B: dari 10 unit menjadi 8 unit

5. Jalur 3A: dari 11 unit menjadi 7 unit

6. Jalur 3B: dari 11 unit menjadi 7 unit

7. Jalur 4A: dari 5 unit menjadi 3 unit

8. Jalur 4B: dari 6 unit menjadi 3 unit

9. Jalur 5A: dari 5 unit menjadi 3 unit

10. Jalur 5B: dari 5 unit menjadi 3 unit

11. Jalur 6A: dari 3 unit menjadi tetap 3 unit

12. Jalur 6B: dari 3 unit menjadi tetap 3 unit

13. Jalur 7: dari 3 unit menjadi tetap 3 unit

14. Jalur 8: dari 5 unit menjadi tetap 5 unit

15. Jalur 9: dari 6 unit menjadi 5 unit

16. Jalur 10: dari 6 unit menjadi 5 unit

17. Jalur 11: dari 4 unit menjadi 3 unit

Sejak 23 Maret 2020, Trans Jogja telah mengurangi jam operasionalnya. Dari yang biasanya beroperasi pukul 05.00-22.00 WIB menjadi pukul 06.00-19.00 WIB.

Hal ini untuk menyikapi Keputusan Gubernur DIY tentang status tanggap darurat Covid-19. Dyah mengungkapkan, untuk operasional Trans Jogja juga diberlakukan protokol pencegahan Covid-19.

Dari 40 tempat duduk, kini hanya 20 tempat duduk yang bisa digunakan karena aturan physical distancing.

Baca Juga :  Yogyakarta Punya 5 Rute Jalur Wisata Sepeda, Menyusuri Perkampungan, Rute Bisa Diakses di Aplikasi Jogja Smart Service

“Itu juga peminatnya sedikit,” imbuhnya.

Selain itu, Trans Jogja juga menyiapkan hand sanitizer.

“Bus sendiri kita lakukan pembersihan dengan disinfektan dan fogging. Begitu juga halte. Sehari dua kali. Pagi dan malam saat tidak jam operasional,” tuturnya.

Ditanya mengenai pegawai termasuk supir Trans Jogja ke depan, Dyah mengatakan tidak akan ada pengurangan pegawai. Melainkan hanya pengaturan jam kerja.

“Pegawai ada pengaturan saja, perubahan jam operasional mereka. Biasanya jumlahnya ngepas banget, nanti kita sesuaikan,” ungkapnya.

Dyah mengaku pihaknya akan tetap memenuhi kebutuhan pelayanan publik Trans Jogja.

“Pelayanan publik tetap dibutuhkan. Kami akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah dalam antisipasi Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Tavip Agus Rayanto, membenarkan tentang pengurangan armada Trans Jogja yang beroperasi tersebut.

“Betul, akan kami lakukan (pengurangan armada). Alasan kebijakan tersebut adalah jumlah PNP yang turun sampai hampir 80 persen,” ujarnya.

Adapun pengurangan jumlah armada yang akan dilakukan adalah sebesar 30 persen dari armada yang ada saat ini.

“Pengurangan tersebut dilakukan di hampir semua jalur dan pelaksanaannya pada bulan Mei,” pungkas Tavip.

www.tribunnews.com