JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tergoda Pemuda Kenalan Baru di Facebook, Siswi SMP Lalu Digondol dan Dinodai Siang Hari di Kamar Kos. Pelaku Lancarkan Rayuan Maut “Yang Ayuhh”

Ilustrasi. Tribunnews/Istimewa
Ilustrasi. Tribunnews/Istimewa

BANYUMAS, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sat Reskrim Polresta Banyumas mengungkap dugaan tindak pidana persetubuhan atau pencabulan yang melibatkan anak di bawah umur.

Seorang pemuda berinisial AP (19) karyawan swasta, yang berasal dari Purwokerto Utara dibekuk sebagai pelakunya.

Aksi bejat pelaku terungkap setelah pelapor menceritakan kepada saksi 1 bahwa korban berinisial NB (14) siswi SMP asal Tambaksogra tidak berada di rumah.

Hal itu membuat orangtuanya cemas dan berusaha mencari. Sekitar pukul 19.00 WIB, saat orangtua akan mencari putrinya, pada saat di jalan ia melihat putrinya bersama dengan seorang laki-laki.

Baca Juga :  Kisah Trenyuh Penjual Kembang Tahu Dimyati. Usai Ditipu Bandit, Kini Daganganya Mendadak Laris Manis Selalu Diburu Setelah Diundang Kapolres Kebumen

Slanjutnya langsung menghampiri dan membawa putrinya dan laki- laki tersebut ke rumah.

Sesampainya di rumah, laki-laki tersebut di tanya oleh pelapor dan mengakui telah menyetubuhi korban. Selanjutnya orangtua melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Banyumas.

Menurut keterangan Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, melalui Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry, mengungkapkan bahwa pelaku dan korban baru satu minggu kenal melalui akun facebook.

“Mereka sudah 2 kali bertemu pada pertemuan kedua Jumat 24 april 2020 Pukul 11.00 WIB siang di rumah kosnnya milik paman pelaku. Pelaku merayu korban dengan kata-kata “yang ayuh”. Kemudian setelah melakukan perbuatanya pelaku berkata “jangan bilang ke siapa-siapa terhadap korban”, jelas Kasat Reskrim dilansir Tribratanews Rabu (6/5/2020).

Baca Juga :  Klaster Covid-19 Pulang Hajatan di Padamara Meluas. Satu Warga Positif Covid-19 Langsung Tulari 3 Warga Tetangganya, Dijemput Ambulans Sambil Dikawal Polisi

Atas perbuatanya, pelaku tindak pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap anak tersebut dijerat pasal 81 atau 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Edward