JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragedi Serangan Tikus Berujung Maut di Sragen. Sudah 5 Warga Tewas Terkena Jebakan Setrum di Persawahan

Kondisi dua buruh tani korban kesetrum jebakan tikus di Kebonromo dan Gabus, Ngrampal. Foto kolase/Wardoyo
Kondisi dua buruh tani korban kesetrum jebakan tikus di Kebonromo dan Gabus, Ngrampal. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus warga meninggal kesetrum  jebakan tikus di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen Jumat (2/5/2020) menambah catatan hitam tragedi kematian warga terkena jebakan tikus.

Serangan tikus yang merajalela rupanya harus dibayar mahal dengan risiko bahaya akibat pemasangan jebakan tikus beraliran listrik.

Tercatat hingga kini sudah ada lima  warga yang tewas akibat terkena setrum jebakan tikus. Mereka rata-rata terpeleset, hingga lalai dengan perangkat jebakan yang beraliran listrik itu.

“Serangan tikus sekarang memang seperti nggak sebaene (biasanya). Petani juga nggak kurang-kurang mengatasi, tapi juga nggak mereda. Kebetulan sebagian warga kami memakai jebakan yang menggunakan aliran listrik. Hasilnya memang efektif banyak tikus yang kena, tapi juga sangat bahaya. Makanya sering saya sosialisasi untuk lebih berhati-hati dan selalu mengecek,” tutur Kades Jambanan, Sidoharjo, Sugino Welly kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Perjuangan petani di Jambanan, Sidoharjo melawan ganasnya serangan tikus memang harus dibayar mahal.

Dua warga setempat harus meninggal setelah tersengat jebakan tikus beraliran listrik. Dari catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , korban pertama adalah Purno Diharjo (70) asal Dukuh Jipangan RT 9, Jambanan.

Ia ditemukan tewas mengenaskan pada akhir Juli 2019 silam akibat tersetrum kabel beraliran listrik yang dibuatnya untuk jebakan tikus di sawahnya.

Kakek malang itu ditemukan tewas dengan luka bakar parah di bagian tangan saat hendak memperbaiki panel listrik untuk jebakan tikus yang rusak di sawahnya.

Baca Juga :  Kades Trombol Mondokan Sragen dan 5 Saudaranya Positif Corona, Pelayanan Kantor Desa Tidak Ditutup. Pemkab Pastikan Semua Perangkat Tidak Tertular

Insiden serupa kembali terulang, September 2019. Kali ini seorang nenek, Suparti (75) asal desa setempat ditemukan meregang nyawa seusai kesetrum jaringan kabel beraliran listrik untuk jebakan tikus yang dipasang di sawah.

Nenek malang asal Dukuh Kwayon, Jambanan, Sidoharjo itu ditemukan tewas sekitar pukul 18.30 WIB di areal sawah milik salah satu warga di wilayah Sembungan, Jambanan, Sidoharjo.

Tak cukup sampai di situ, pemasangan jebakan tikus juga menewaskan warga di Ngrampal.

Korban yang diketahui berprofesi buruh tani bernama Nilam (45) warga Dukuh Donorojo RT 12, ditemukan tak bernyawa seusai terkena jebakan tikus bermuatan listrik, Jumat (2/5/2020).

Nilam tewas tergeletak di pematang sawah milik tetangganya, Sugiyo. Data yang dihimpun di lapangan, insiden itu terjadi pukul 07.45 WIB.

Menurut keterangan warga, pagi itu korban hendak menengok sawah. Korban melewati pematang sawah milik Sugiyo.

Diduga karena kesandung patok kabel jebakan tikus, korban kemudian terjatuh. Nahas tubuhnya mengenai kabel jebakan tikus dan kemudian meninggal dunia.

Sebelumnya, Selasa (28/4/2020) seorang buruh tani asal Dukuh Ngrampal, RT 29 Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, bernama Yanto (54) juga ditemukan meninggal dunia di areal persawahan di Dukuh Bugel, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen.

Saat ditemukan kondisinya telungkup dengan luka bakar menempel di kabel jebakan tikus yang ada di tepi sawah majikannya.

Baca Juga :  Klaster Meluas 6 Pasien Positif Covid-19 Sragen Tulari 8 Orang, 2 Warga Positif Setelah Perjalanan dari Purwokerto dan Boyolali. Berikut Daftar 10 Pasien Positif dan 47 Sembuh Hari Ini!

Data yang dihimpun, insiden tragis itu terjadi Selasa (28/4/2020) petang sekira pukul 17.45 WIB. Menurut keterangan saksi mata, kejadian bermula ketika korban selesai menyemprot sawah milik majikannya, Alm Suparno.

Saat menyemprot, aliran listrik di kabel yang dipasang mengelilingi sawah, sempat dimatikan. Selesai menyemprot, korban kemudian menyalakan kembali saklar listrik sehingga semua kabel teraliri.

“Setelah itu, korban berniat mencuci tangan dan kaki di kalenan (saluran) samping sawah. Saat berjalan, terpeleset sehingga kemudian tubuhnya mengenai kabel jebakan tikus dan meninggal dunia kesetrum jebakan itu,” papar Kades Kebonromo, Titik Sri Lestari kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (29/4/2020).

Tak hanya itu, jebakan tikus juga merenggut nyawa Andi Nugroho (31) warga Madiun, Jatim pada 17 Februari 2020. Ia ditemukan dengan kondisi kaki melepuh dan luka bakar menganga yang diduga akibat kesetrum jebakan tikus di persawahan wilayah Siwalan, Sragen Kota.

Kabar kesetrum di sawah itu sempat menjadi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Menurut keterangan polisi, malam itu ia hendak pergi ke pasar Nglangon, Sragen.

Ia melintasi area persawahan tempat kejadian. Nahas, ia terjatuh dan kemudian kakinya menyangkut di jebakan setrum. Sempat mendapat perawatan di rumah sakit, korban akhirnya meninggal dunia jarak sehari sesudah kejadian. Wardoyo