JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Berkumur Air Garam Bisa Redam Covid-19? Ini Fakta Ilmiahnya

ilustrasi garam / pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penggunaan garam untuk mengobati atau meredam beberapa macam penyakit, termasuk sakit gigi, ternyata tidak hanya dikenal di Indonesia saja.

Di negara Eropa pun, kegunaan garam untuk menangkal penyakit cukup diakui.
Universitas Edinburgh di Skotlandia kini tengah meneliti dugaan bila air kumur garam, bisa meredam Covid-19!

Dilansir The Daily Mail, Universitas Edinburgh akan melakukan penelitian ilmiah untuk menguji kebenaran, apakah air garam bisa meredam gejala Covid-19.

Dalam penelitian yang sudah dilakukan pada pengidap Covid-19, berkumur air garam ternyata mampu mengurangi serangan batuk yang dialami.

Hasil penelitian tersebut juga mendapati berkumur dengan air garam dapat mengurangi gejala batuk dan demam, sehingga tidak bertambah parah.

Baca Juga :  Ini Saran UNICEF Agar Anak-anak Memahami Protokol Kesehatan dengan Mudah dan Gembira

Tim peneliti dari Edinburg University telah mengumpulkan sejumlah sukarelawan yang mempunyai gejala atau sudah dijangkiti Covid-19.

Mereka akan menjalani ujicoba dengan cara berkumur air garam.

Meski demikian, sebagai catatan, hingga kini WHO belum punya catatan resmi, apa saja yang bisa mengurangi gejala Covid-19

Rekomendasi WHO soal penanganan Covid-19 masih tetap, yakni dengan paracetamol dan ibuprofen.

Hasil Positif

Ilmuwan di Edinburgh bakal meneliti apakah air garam adalah opsi termurah untuk membantu publik menghindari gejala awal Covid-19.

Bahkan, penelitian lebih jauh akan melihat apakah air garam bisa memperpendek daya serang Covid-19 di tubuh manusia.

Baca Juga :  WHO Akhirnya Akui Bukti Baru yang Sebut Covid-19 Bisa Menular Lewat Udara

Sebelum ini, kajian Elevis (Edinburgh and Lothians Viral Intervention Study) mendapat hasil positif terhadap pasien yang kerap berkumur dengan air garam.

Kajian itu mendapati, setiap orang yang batuk, hanya mengalami batuk selama dua hari, bila mereka rutin berkumur dengan air garam.

Dalam dunia ilmiah, garam digunakan dalam sel tubuh untuk menghasilkan bahan kimia yang disebut ‘hypochlorous acid’.

Zat itu diyakini mejadi peluntur dan dapat membunuh virus.

Pimpinan Institut Usher Universiti Edinburgh, Profesor Aziz Sheikh, mengatakan, pihakya tengah menjalani kajian air garam kepada mereka yang terkena Covid-19.

“Kami berharap ini akan menjadi langkah yang berguna untuk mengatasi wabah ini,” ujar Aziz.

www.tribunnews.com