JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bidan Korban Teror, Kepala Puskesmas dan Kepala DKK Sragen Dipanggil Polisi. Polres Sebut Masih Selidiki Pelaku Teror Yang Tebar WA Ancaman Pembalasan

AKP Harno. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
AKP Harno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polres Sragen memanggil bidan S (50) dan beberapa pejabat di atasnya untuk mengusut kasus teror bernada ancaman via pesan WhatsApp (WA) yang dialami S seusai menangani pasien covid-19.

S dipanggil dan dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Tak hanya S, Kepala Puskesmas Kedawung II dan Kepala DKK juga dimintai keterangan.

“Iya kemarin Bu S sudah dipanggil untuk dimintai keterangan lagi. Saya juga dimintai keterangan di Polsek,” papar Kepala Puskesmas Kedawung II, Eko Windu Nugroho, Rabu (3/6/2020).

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto juga mengaku siang ini datang ke Polres untuk memenuhi permintaan keterangan.

“Iya, saya ini perjalanan ke Polres,” ujarnya tadi siang.

Sementara Kasubag Humas Polres Sragen AKP Harno mengatakan hari ini, S dihadirkan di Mapolres untuk dimintai keterangan seputar ancaman yang diterimanya saat menangani pasien positif covid-19 yang dialaminya.

“Hari ini kita meminta keterangan dua orang saksi. Salah satunya adalah yang bersangkutan bidan S,” ujarnya Rabu (3/6/2020).

Baca Juga :  Terungkap, Aksi Perusakan Tugu PSHT di 3 Kecamatan di Sragen Libatkan Rombongan IKSPI. Diduga Untuk Show Of Force, Sempat Kocar-Kacir Dihalau Polisi Hingga Puluhan Motor Ditinggal

AKP Harno menguraikan, S diminta hadir di Mapolres Sragen untuk dimintai keterangan seputar teror yang diterimanya. Keterangan S diperlukan untuk melengkapi penyelidikan petugas.

“Kita mintai keterangan terkait dengan peristiwa yang terjadi, sejauh mana yang bersangkutan tahu tentang itu,” jelasnya.

Harno melanjutkan, penanganan kasus ini resmi dilimpahkan dari Polsek Kedawung ke Polres Sragen. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan terkait kasus ini.

“Perkara ini ditangani Unit Tipiter (tindak pidana tertentu) Satreskrim Polres Sragen. Untuk saksi, kemarin kita periksa empat orang. Hari ini dua,” urainya.

Hingga saat ini petugas belum mendapatkan titik terang terkait pelaku pengirim WhatsApp berisi intimidasi kepada S tersebut. Harno menjelaskan, petugas masih fokus melengkapi data dan keterangan para saksi.

“Belum (ditemukan). Ini masih mengumpulkan data, saksi-saksi dimintai keterangan. Itu salah satu upaya pendalaman,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pamit Gowes Sendirian, Bocah 12 Tahun Asal Tanon Sragen Ditemukan Nyasar Hingga 35 Kilometer Sampai Mantingan Jatim

Pesan melalui WA tersebut, diterima S Jumat (29/5/2020) pagi. Dalam pesannya, pengirim mengaku sebagai koordinator klaster dari pasien positif Corona yang ditangani S.

Berdasarkan tangkapan layar atau screenshoot pesan WA yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , si pengirim teror  melontarkan sekitar 10 pesan bernada intimidasi yang dikirim dalam rentang pukul 06.45 WIB hingga 06.55 WIB.

Salah satunya menyebut bahwa si pengirim sudah mempunyai data petugas medis itu.

Kemudian si petugas medis itu dinilai ikut andil mendzaliminya, sampai kalimat “Kami Punya Cara Sendiri utk Membalas”, “Kalo g sekarang brrti besok atau Lusa”, “Hati2 dg Kehidupan ANDA” dan beberapa pesan lainnya.

Karena merasa terancam dan ketakutan, si petugas medis perempuan itu kemudian mengadu ke pimpinannya yakni Kepala UPTD Puskesmas Kedawung. Wardoyo