JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Demi 267 Juta Rakyat, Jokowi Siap Lakukan Reshuffle

Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tidak menutup kemungkinan dilakukannya pembubaran kabinet atau reshuffle demi dapat menangani pandemi virus Corona (Covid-19).

Karena itu, Jokowi meminta kabinetnya untuk bekerja lebih keras lagi dalam menangani pandemi Covid-19. Bahkan ia mengatakan langkah extraordinary.

“Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. sudah kepikiran ke mana-mana saya,” kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), di Istana Negara.

Baca Juga :  Miris, Anggota DPRD Digerebek Istrinya Saat Bersama Selingkuhan di Dalam Mobil. Perempuannya Pegawai Bank, Dilarak Sampai Nyaris Telanjang

Kemarahan Jokowi itu terekam dalam video di akun Youtube Sekretariat Presiden yang diunggah, Minggu (28/6/2020).

Dalam pembukaan rapat itu, Jokowi menyatakan bahwa jajaran kabinetnya belum memiliki satu perasaan yang sama, yakni saat ini situasi tengah krisis.

“Kalau saya lihat bapak, ibu, dan saudara-saudara masih ada yang melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali,” kata Jokowi.

Baca Juga :  Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Siap Bergabung dengan POP, Asalkan...

Jokowi mengatakan bahwa ia siap membuka jalan bagi para menterinya untuk melakukan tindakan extraordinary. Termasuk jika membutuhkan Peraturan Presiden dalam prosesnya. Ini menjadi satu-satunya cara, kata dia, agar pandemi bisa segera dikendalikan.

“Karena memang suasana ini harus ada. Suasana ini bapak ibu (bila) tak merasakan itu, sudah. Artinya tindakan-tindakan extraordinary keras akan saya lakukan,” kata Jokowi.

www.tempo.co