JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diburu Polisi, Nomor Pengirim Teror dan Ancaman Via WA ke Petugas Medis di Kedawung Sragen Mendadak Tidak Aktif. Begini Keterangan Keluarga Pasien Covid-19 Yang Sempat Dicurigai! 

Kepala UPTD Puskesmas Kedawung II, Eko Windu Nugroho saat menunjukkan tangkapan layar pesan bernada ancaman yang diterima salah satu staff petugas medisnya, Senin (1/6/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG20200601115049 816x612 1
Kepala UPTD Puskesmas Kedawung II, Eko Windu Nugroho saat menunjukkan tangkapan layar pesan bernada ancaman yang diterima salah satu staff petugas medisnya, Senin (1/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah mencuat di media, nomor pengirim pesan bernada ancaman terhadap salah satu petugas medis di Puskesmas Kedawung II Sragen yang menangani pasien covid-19, mendadak dilaporkan sudah tidak aktif.

Tak hanya itu, dari hasil pelacakan, keluarga pasien positif covid-19 asal Desa Jenggrik, Kedawung yang sempat dicurigai, juga membantah mengirim ancaman dan mengaku tak tahu menahu soal itu.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy melalui Kapolsek Kedawung, Iptu Sutomo mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti aduan soal ancaman terhadap salah satu tenaga medis, berinisial S (50) itu.

Namun dari hasil pelacakan, pihak keluarga pasien positif itu tidak ada yang mengakui sebagai pengirim pesan berisi ancaman tersebut.

Bahkan nomor yang digunakan untuk melancarkan teror tersebut kini sudah dalam posisi tidak aktif.

Baca Juga :  Tambah 30 Warga Positif dan Satu Meninggal Dunia, Kasus Covid-19 Sragen Meroket Jadi 1.260 Hari Ini. Masaran Meledak Tambah 10 Orang!

“Kami serius menangani kasus ini. Langkah-langkah sudah dilakukan, sudah dilidik, sudah cari informasi, termasuk kita minta keterangan kepada keluarga (pasien) tersebut,” ujar Kapolsek Kedawung, Iptu Sutomo, dihubungi wartawan, Minggu (31/5/2020).

Kapolsek menguriakan saat ditanya petugas, seluruh anggota keluarga si pasien positif di Kedawung itu, mengaku tidak tahu menahu terkait WA berisi ancaman tersebut.

Keluarga juga menampik adanya koordinator yang mewakili mereka, seperti yang tertera dalam WA berisi ancaman tersebut.

“Kita sudah pendekatan sama keluarga pasien positif, termasuk meminta keterangan pada salah satu (anggota keluarga) yang dicurigai. Namun tidak ada yang mengakui (mengirim pesan). Mereka malah mengatakan tidak ada koordinator itu nggak ada,” urai Iptu Sutomo.

Berdasarkan pelacakan, nomor pengirim WA berisi ancaman tersebut juga diketahui sudah tidak aktif lagi. Ketika polisi memeriksa registernya, nomor tersebut ternyata tidak mendaftarkan identitas diri.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 2 Warga Masaran dan Sragen Kota Kembali Dilaporkan Meninggal Dunia Positif Hari Ini. Total Sudah 121 Warga Meninggal

“Sudah dilacak nomornya tidak aktif, sudah dibuang kelihatannya. Setelah dicek nomor itu juga tidak diregistrasi. Tidak ada nama dan alamatnya,” terang Sutomo.

Sutomo mengaku akan terus berupaya mengungkap kasus intimidasi ini. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan tim IT Polres Sragen, untuk bisa mendapatkan petunjuk-petunjuk lain.

“Akan terus kita lidik. Dicari sisik melik lah. Kita juga kerjasama dengan polres ada tim IT. Semoga segera kita temukan (pelakunya),” tegas Sutomo.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno menyampaikan saat ini masih dilakukan penyelidikan atas kasus itu.

Tim masih mengintensifkan pemeriksaan dan pelacakan untuk menguak siapa pelaku teror ancaman kepada bidan yang menangani pasien positif covid-19 itu. Wardoyo