JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Didesak Alumni, Din Syamsuddin Bakal Mundur dari Anggota MWA ITB

Presiden Jokowi (kanan) berbincang dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat pembukaan Muktamar Muhammadiyah Ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisiah di Lapangan Karebosi, Makassar, 3 Agustus 2015 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Menanggapi permintaaan dari alumni,
mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin akan mengundurkan diri sebagai anggota majelis tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (ITB) Yani Panigoro.

Menurut Yani, keputusan disampaikan Din setelah adanya permintaan dari alumni ITB yang memintanya untuk mundur.

“Din Syamsuddin akan mengundurkan diri,” kata Yani saat dihubungi, Jumat 26 Juni 2020.

Sebelumnya, alumni yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Anti Radikalisme – Alumni Institut Teknologi Bandung, meminta agar Din Syamsuddin dicopot dari Majelis Wali Amanat ITB.

Baca Juga :  Sekda DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Anies Tunjuk Pelaksana Harian

Permintaan itu tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Ketua Wali Amanat ITB.

“Para alumni menganggap Pak Din Syamsuddin melanggar statuta ITB,” kata salah satu alumni, Achmad Sjarmidi ketika dikonfirmasi, Jumat (26/6/2020).

Statuta ITB dirumuskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2013 tentang Statuta ITB dan Peraturan MWA tentang Penetapan Tri Dharma dan Otonomi Pengelolaan ITB PTNBH.

Achmad mengatakan Peraturan tersebut di antaranya menegaskan bahwa hubungan eksternal dengan pihak pemerintah, alumni, tokoh masyarakat, dan komunitas harus dikelola dengan baik dan berkesinambungan.

Baca Juga :  Tak Hanya Razia Warga yang Tidak Pakai Masker, Pemkot Ambon Juga Tertibkan Spanduk dengan Gambar Foto Orang Tanpa Masker: Langsung Copot

Menurut Achmad, permintaan pencopotan itu dilayangkan setelah mencermati pernyataan-pernyataan, sikap, serta sepak terjang Din Syamsuddin selama satu tahun terakhir.

Ada sejumlah pernyataan kritikan Din, baik kepada pemerintah maupun lembaga negara lain yang disorot oleh para alumni.

Adapun kepada Tempo Din Syamsuddin mengatakan enggan menanggapi surat tersebut.

“Maaf, saya tidak ada waktu untuk menanggapi,” ujar mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, saat dihubungi, Jumat (26/6/2020).

www.tempo.co