JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Era New Normal, PBNU Keluarkan Protokol Ibadah di Masjid, Salah Satunya Wudhu di Rumah

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Ridwan Kamil meninjau Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan serta Gereja Pantekosta di Indonesia Padalarang, KBB, Sabtu (30/5/2020) / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Ridwan Kamil meninjau Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan serta Gereja Pantekosta di Indonesia Padalarang, KBB, Sabtu (30/5/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Menyongsong era new normal, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyusun protokol beribadah di tempat ibadah.

Menurut Ketua PBNu, Marsudi Syuhud, protokol tersebut kini sudah disosialisasikan ke masyarakat.

“Kami sudah bikin protokol sendiri, sudah mulai disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Marsudi Syuhud saat dihubungi, Minggu (31/5/2020).

Dia menuturkan, masyarakat yang akan berangkat ke masjid, harus dalam kondisi kesehatan yang fit. Jika merasa kurang sehat, maka tidak diperkenankan beribadah di masjid.

Baca Juga :  OTG Dominasi Kasus Positif Covid-19, Doni Monardo Minta Masyarakat Waspada

Para warga dianjurkan untuk membawa peralatan salat, seperti sajadah atau mukena, sendiri.

“Jangan lupa pakai masker, dan usahakan sudah wudhu dari rumah,” ucap Marsudi.

Kemudian, ketika berada di dalam masjid, masyarakat harus tetap menjaga jarak antar satu sama lain.

Sementara untuk pengurus masjid, diwajibkan untuk membersihkan ruangan dan menyemprotkan cairan disinfektan secara rutin ketika masjid akan dan sesudah digunakan.

Ia juga mengimbau agar pengurus harus bersikap tegas dalam mengatur jarak antar jamaah.

Baca Juga :  Eks Sekretaris MA, Nurhadi Diduga Beli Kebun Kelapa Sawit dengan Duit Suap

“Agar tidak saling berdempetan atau menumpuk satu sama lain, jadi petugas masjid harus disiplin mengatur jarak jamaah,” kata Marsudi.

Kendati demikian, Marsudi mengingatkan, masjid baru boleh dibuka untuk umum jika daerah tersebut termasuk dalam zona hijau. Begitu pun daerah tetangga di sekitarnya.

“Untuk itu pemerintah harus punya datanya, mana zona yang hijau, kuning, merah. Ketika sudah hijau, masjid bisa dilakukan untuk jumatan atau salat berjamaah. Pastikan juga daerah tetangga,” ucap Marsudi.

www.tempo.co