JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Gelombang Covid-19 Kembali Menggema di Semarang, 3 Pasar Tradisional Ditutup Sementara

Virus Corona. Vektor Kunst/Pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelombang penyebaran virus corona (Covid-19) kembali terasa menggema di Kota Semarang. Tiga pasar tradisional akhirnya ditutup sementara mulai Kamis (4/6/2020) hari ini. Ketiga pasar tersebut, yakni Pasar Burung Kalumata, Pasar Rasamala dan Pasar Prembaen.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , penutupan sementara di lokasi tiga pasar tersebut menindaklanjuti hasil rapid dan tes swab yang digelar Dinas Kesehatan Kota Semarang belum lama ini.

Hasilnya, ada pedagang yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 dari masing-masing pasar tersebut. Menurut Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, keputusan penutupan sementara ketiga pasar tersebut diterapkan selama tiga hari hingga tanggal 6 Juni 2020 mendatang.

“Penutupan sementara ketiga pasar (Pasar Burung Kalumata, Pasar Rasamala dan Pasar Prembaen diberlakukan tiga hari sejak tanggal 4 Juni hingga 6 Juni mendatang,” beber Hevearita yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang, siang ini.

Dijelaskan lebih detail oleh wanita yang akrab disapa Ita ini, selama penutupan, petugas melakukan penyemprotan desinfektan untuk menetralisir penyebaran virus covid-19.
“Petugas fokus bergerak dengan melakukan penyemprotan desinfektan untuk menetralisir penyebaran virus corona,” imbuh dia.

Baca Juga :  Namanya Dicatut Dalam PPDB di SMAN 1 Kudus, Begini Klarifikasi Gus Yasin

Sebelumnya diberitakan, klaster baru penyebaran virus corona (covid-19) di wilayah Kota Semarang ditemukan olehTim Gugus Percepatan Penanggulangan Covid-19 kota setempat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, berdasarkan data, hingga akhir Mei 2020, pihaknya mencatat jumlah pasien covid-19 di wilayahnya sekitar 47 orang.

“Namun memasuki Juni, jumlahnya melonjak 128 dan 124 pasien di antaranya mendapatkan perawatan medis intensif,” terang dia, Rabu (3/6/2020) lalu.

Menurut dia, lonjakan pasien covid-19 terjadi setelah secara intensif dilakukan rapid test massal kemudian dilanjutkan swab tes serta hasil pelacakan tim penanggulangan Covid-19.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menambahkan, berdasarkan hasil rapid test massal yang dilakukan di berbagai wilayah publik dan pelacakan, klaster baru penyebaran covid-19 di Kota Semarang berasal dari sejumlah pasar.

Ia menyebutkan, sejumlah pasar diantaranya Pasar Prembaen, Pasar Jati-Banyumanik, dan Pasar Karimata atau Pasar Burung, menyumbang peningkatan jumlah kasus Covid-19. Tak hanya itu, Hendi menyebut rapid test juga digelar di Rusun Kaligawe dan sektor perbankan.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Terpukau Metode Tanam Melon Tanpa Pestisida

“Selain terus dilakukan pelacakan juga dilakukan penanganan secara intensif terhadap pasien. Bahkan hasil pemeriksaan tersebut, lanjut dia, ada tiga pejabat Pemkot Semarang yakni kepala dinas, camat dan sekretaris camat positif Covid-19,” kata dia.

Sementara itu, jumlah Orang dalam Pantauan (ODP) di Kota Semarang hingga saat ini semakin bertambah. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang dan tim Tim Gugus Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Semarang, jumlah ODP terpantau di Kota Semarang untuk Rabu (3/6/2020) adalah 260 orang.

Untuk pasien positif total sebanyak 129 orang dan pasien meninggal total sebanyak 44 orang. Sebelumnya, Selasa (2/6/2020) jumlah total ODP terpantau adalah 233 orang. Ini artinya ada pertambahan sebesar 27 orang. Lebih tinggi dibandingkan pertambahan Selasa (2/6/2020) lalu sebanyak 16 orang hingga meraih total seluruhnya 233 orang.

Selanjutnya, untuk pasien yang sembuh terus bergerak naik grafiknya dengan pertambahan yang cukup lambat sebanyak dua orang untuk Rabu (3/6/2020). Sehingga total seluruhnya yang sembuh adalah 276 orang. Satria Utama