JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ini Standar Keamanan Gojek Saat Pelonggaran PSBB di DKI Jakarta

Para driver Gojek di DIY mendapatkan sejumlah perlengkapan dan layanan pemeriksaan hadapi virus Corona 20 Maret 2020 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Chief Corporate Affairs Gojek Indonesia Nila Marita mengatakan pihaknya menyambut baik pelonggaran pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi DKI Jakarta mulai 5 Juni 2020.

Menyambut PSBB transisi fase I tersebut, layanan transportasi dengan sepeda motor seperti GoRide dapat membuka 100 persen layanan mulai Senin (8/6/2020).

Hal itu karena para mitra driver nantinya dapat kembali melayani transportasi bagi penumpang setelah pada penerapan PSBB sebelumnya hanya melayani pengiriman barang (GoSend), pesan antar makanan (GoFood), berbelanja kebutuhan sehari-hari (GoMart), dan lain sebagainya.

“Kami juga telah menetapkan prosedur yang mengedepankan aspek kebersihan dan kesehatan termasuk bagi layanan transportasi GoRide dan GoCar,” ucap Nila kepada Tempo, Minggu (7/6/2020).

Berikut aturan protokol kesehatan di masa PSBB transisi diberlakukan bagi driver Gojek dan mitra.

  1. Driver wajib masker, sarung tangan, dan hand sanitizer.

Mitra driver wajib menggunakan masker, sarung tangan dan hand sanitizer sebagai syarat untuk menjalankan order, sesuai dengan peraturan pemerintah.

Baca Juga :  Kantongi Identitas Pelaku Pemerasan dan Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta, Polisi Tetapkan Oknum Petugas Rapid Test Itu sebagai Tersangka

Dari berbagai protokol dan edukasi kesehatan yang dilakukan melalui berbagai jalur, mitra driver memiliki tingkat kesadaran yang tinggi atas standar dan protokol kesehatan untuk memastikan keamanan diri mereka dan layanan yang mereka jalani.

 

  1. Penumpang wajib pakai masker

Pada layanan GoRide dan GoCar, Gojek mewajibkan penumpang menggunakan masker selama berkendara, serta mengimbau untuk membawa helm SNI pribadi bagi penumpang GoRide.

 

  1. Mendirikan 130 Posko Aman Bersama Gojek di 16 kota

Posko ini menyediakan 3 layanan rutin bagi seluruh mitra driver: pengecekan suhu tubuh, pembagian healthy kit (masker dan hand sanitizer) dan penyemprotan disinfektan baik ke motor ataupun mobil yang dipergunakan oleh mitra.

 

  1. Menambah fitur informasi kesehatan mitra di aplikasi Gojek

 

Pelanggan dapat mengetahui suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan mitra driver melalui aplikasi Gojek.

Baca Juga :  Indonesia di Ambang Resesi, Ini Saran dari Pengamat Ekonomi: Masyarakat Menengah Atas Jangan Berhemat dan Tetap Belanja

Fitur ini tidak hanya membantu para pengguna layanan Gojek untuk merasa aman dan memastikan layanan mereka memenuhi standar kesehatan dan higienis, tetapi juga membantu para mitra driver Gojek untuk bisa bekerja dengan tenang.

 

  1. Menggunakan sekat pelindung plastik

“Saat ini, ribuan armada kami juga telah dilengkapi sekat pelindung pembatas antara mitra driver dan penumpang. Jumlah ini akan terus bertambah ke depannya sebagai bagian dari standar keamanan dan kesehatan kami,” ujar Nila.

 

  1. Menjalankan layanan tanpa kontak fisik secara langsung (contactless delivery).

Layanan pesan antar makanan GoFood, layanan telemedik dan pengantaran obat GoMed, serta layanan pengantaran barang GoSend, GoMart, GoShop dan GoBox tetap beroperasi selama periode masa transisi PSBB.

Masyarakat dapat menggunakan layanan ini tanpa kontak fisik secara langsung (contactless delivery).

www.tempo.co