JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun, NasDem dan PAN Justru Naik

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama para calon kepala dan wakil kepala daerah kader PDIP saat acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.Dalam acara tersebut, PDIP mengumumkan sejumlah calon pasangan kepala dan wakil kepala daerah yang telah disetujui oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri untuk Pilkada serentak mendatang / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Elektabilitas sejumlah partai politik turun dalam tiga bulan terakhir ini. Bahkan, elektabilitas PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019 pun ikut turun.

“Survei kami pada Februari, elektabilitas PDIP 29,8 persen. Pada Mei, turun menjadi 22,2 persen. Tapi penurunan elektabilias ini tidak serta merta membuat suara PDIP pindah ke partai lain, tapi lari ke undicided voters,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Minggu (7/6/2020).

Selain PDIP, elektabilitas Partai Gerindra juga turun dari 16,2 persen menjadi 15,2 persen, Partai Golkar turun dari 6,7 persen menjadi 6,4 persen, dan PKB turun dari 7,8 persen menjadi 5,7 persen.

Baca Juga :  Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Pelaku Alfin Andrian Bawa Pisau dari Rumah, Polisi Sebut Ada Indikasi Rencana Pembunuhan

Kemudian, elektabilitas PPP turun dari 3,8 persen menjadi 1,7 persen. Adapun elektabilitas PKS turun dari 4,7 persen menjadi 4,0 persen. Demokrat turun dari 4,6 persen menjadi 3,6 persen.

Sementara itu, elektabilitas NasDem naik dari 2,5 persen menjadi 3,3 persen. Elektabilitas PAN juga naik dari 1,3 persen menjadi 2,1 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Politikus PDIP Maruarar Sirait menilai penurunan itu berbanding lurus dengan kepuasan publik akan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama pandemi.

Baca Juga :  Sabtu, DKI Jakarta Tambah 1.440 Orang Positif Covid-19

“Ada penurunan sedikit harus kami akui. Tapi, kan turunnya cuman sedikit. PDIP tetap nomor satu dan kepercayaan publik terhadap Pak Jokowi masih tetap nomor satu. Kami akan bekerja lebih keras,” ujar Maruarar.

Survei itu dilakukan pada 16-18 Mei 2020 dengan 1.200 responden. Para responden diwawancarai via telepon.

Mereka dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020. Margin of error survei ini sekitar ±2.9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

www.tempo.co