JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Inilah Proses Evakuasi dan Peledakan Bom yang Ditemukan di Sungai Bengawan Solo

Tim Gegana Polda Jateng melakukan evakuasi penemuan bom (awalnya disebut rudal) di Sungai Begawan Solo di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Oleh petugas, bom selanjutnya diledakan agar tidak membahayakan di tengah hutan Pos DX wilayah Perhutani KPH Cepu, Minggu (28/6/2020). Foto : Ahmad
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Personel Tim Gegana Polda Jateng telah berhasil mengevakuasi bom yang ditemukan di area sekitar Sungai Bengawan Solo, pada Sabtu (27/6/2020). Oleh Tim Gegana Polda Jateng, bom tersebut terpaksa diledakan dilaksanakan di tengah hutan Pos DX wilayah Perhutani KPH Cepu agar tidak membahayakan masyarakat, Minggu (28/6/2020).

Sebelum diledakan, bom tersebut, ditemukan oleh warga Kelurahan Ngelo saat tengah memancing. Diduga, bom tersebut merupakan peninggalan masa kolonial Belanda pada perang dunia kedua.

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, melaporkan kejadian tersebut kepada tim Gegana Polda Jateng, untuk mengevakuasi bom tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan tim Gegana Brimob Polda Jateng, untuk evakuasi Bom dengan cara diledakan (Disposal),” ucap Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, Minggu, (28/6/2020).

Baca Juga :  Asyik Nongkrong di Café Dua Pengedar Pil Koplo di Grobogan Diciduk Polisi

Dijelaskan AKP Agus lebih lanjut, peledakan dilaksanakan di tengah hutan Pos DX wilayah Perhutani KPH Cepu. Tim Gegana Brimob Polda Jateng yang berjumlah Lima orang, tiba di Cepu sekira pukul 10.00 WIB.

Tim yang dipimpin oleh Iptu M. Huda langsung evakuasi bom yang berada di pinggiran sungai Bengawan Solo.

Dalam evakuasi tersebut, sempat menjadi tontonan warga sekitar. Dua orang anggota Gegana Polda Jateng dibantu anggota Koramil/V Cepu mengangkat bom tersebut, untuk dibawa langsung ke lokasi peledakan. Pengawalan ketat oleh sejumlah pasukan gabungan dari Polsek Cepu, Koramil Cepu dan Polsek Sambong serta anggota Perhutani juga ikut ke lokasi.

Sampai di lokasi, petugas langsung meletakkan bom pada posisi yang ditentukan. Berjarak sekira 1 km meter dari jalan raya. Dentuman keras cukum keras antara lokasi peledakan dengan tempat para petugas berdiri.

Baca Juga :  Bupati Batang Hanya Izinkan Penyelengaraan Hajatan di Zona Hijau

Diketahui karateristik benda/bom tersebut adalah Panjang ± 50 Cm, Diameter ± 25 Cm, Ekoran /Sirip 4, Jenisnya bom diduga masa perang dunia kedua, yang terpasang di Pesawat Tempur Jepang

Terpisah seorang warga bernama Beno (55) yang menonton evakuasi mengaku sudah dua kali ini, melihat bom dilokasi pemancingan tersebut. Ia dan warga lainya tidak merasa takut meledak karena bom itu didalam air.

“Sudah dua kali melihat benda seperti ini. Tidak takut, karena kan kalau didalam air tidak bakal meledak,” katanya. Ahmad | Satria Utama