JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terus Meluas, Puluhan Warga PSHT Ranting Jenar Juga Tolak Perobohan dan Pembongkaran Tugu Perguruan. Desak Aparat Kepolisian Usut Pelaku Perusakan Tugu!

Aksi penolakan perobohan tugu oleh warga PSHT Ranting Jenar, Senin (29/6/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Aksi penolakan perobohan tugu oleh warga PSHT Ranting Jenar, Senin (29/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi penolakan wacana perobohan semua tugu perguruan silat, terus meluas. Senin (29/6/2020) pagi, giliran warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, Cabang Sragen, Ranting Kecamatan Jenar menggelar aksi penolakan.

Puluhan warga dari berbagai rayon di Kecamatan Jenar itu berkumpul di Lapangan Kandangsapi untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Aksi dikoordinir oleh Ketua Ranting, Jumadi yang intinya menyatakan penolakan tegas terhadap perobohan tugu PSHT yang berada di wilayah Kabupaten Sragen.

Baca Juga :  Diisolasi 22 Hari, Kuli Panggul Positif Covid-19 Berusia 59 Tahun Asal Tanon Sragen Kembali Berhasil Sembuh. Tinggal 9 Pasien Positif Yang Masih Dirawat, Satu Meninggal Dunia

“Kami dari PSHT Pusat Madiun Ranting Kecamatan Jenar menolak secara keras perobohan tugu PSHT. Karena itu adalah simbol dan lambang yang sudah ada di jiwa kami,” paparnya.

Jumadi juga berharap agar pihak aparat mencari oknum yang merusak tugu PSHT yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, ulah oknum-oknum itulah yang sebenarnya menjadi pemicu masalah dan membuat situasi tidak kondusif.

Foto/Wardoyo

Ia juga memandang perobohan tugu perguruan bukanlah solusi untuk rentetan aksi perusakan tugu sejumlah perguruan yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Diliputi Wajah Sedih, Keluarga 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Plupuh Sragen Terima Santunan Rp 150 Juta dari Jasa Raharja

Justru yang dinanti sebenarnya adalah ketegasan aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas oknum-oknum tak bertanggungjawab yang melakukan perusakan.

“Kami menyarankan dengan sangat semua permasalahan yang ada diserahkan sesuai proses hukum yang ada. Karena negara kita negara hukum, percayakan pada aparat hukum, wong aturannya jelas, mekanisme penanganan juga jelas. Saya yakin, polisi bisa mengusut pelakunya,” terangnya.

Sebelumnya, aksi penolakan juga terjadi di Masaran, Sidoharjo dan Tanon. Wardoyo