JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Opini

Mengelola Manajemen Strategi Secara Andal

Ilustrasi manajemen kepemimpinan / pixabay

Di dalam organisasi apapun, peran seorang pemimpin sangatlah penting dan menentukan tumbuh berkembangnya organisasi tersebut dengan didukung oleh sistem manajemen organisasi yang andal.

Pada sisi lain peran puncak pimpinan (top management) bukan hanya memberi tugas, akan tetapi juga memberikan kuasa pada bawahan agar tugas-tugas itu bisa dikerjakan dengan baik.

Lalu apa yang mesti dilakukan oleh manajemen puncak?

Menurut hemat kami tidak lain adalah menetapkan strategi, memberikan motivasi, menciptakan sebuat visi, dan membangun budaya kerja yang bersih serta transfaran dengan mampu mengembangkan dan mampu bekerjasama secara tim yang kuat.

Padahal pada setiap pengambilan keputusan, seorang manajemen puncak senantiasa dihadapkan pada tiga hal jawaban. Pertama, kepastian. Kedua, resiko. Ketiga, ketidakpastian.

Umumnya seorang manajer dalam mengambil suatu keputusan saat sekarang, sasaran atau tujuan yang mereka harapkan akan dicapai pada masa yang akan datang.

Semua situasi pengambilan keputusan penting mengandung beberapa aspek yang tidak dapat diketahui reaksinya secara khusus dari rekan pesaing.

Lebih-lebih terjadinya tingkat perubahan harga atau laju inflasi yang selalu berubah dalam kurun waktu yang sangat singkat, keterandalan seorang pemasok baru yang memakai suatu teknologi canggih pun belum tentu terbukti mampu memberi harapan yang pasti.

Aspek ketidakpastian terdapat pada banyak situasi dan jumlahnya sangat beragam. Untuk memutuskan bagaimana menyelesaikan sebuah masalah, ada baiknya kalau manajer menempatkan masalah pada situasi yang dapat diramalkan sampai dengan situasi yang sangat sulit diramalkan.

Seperti pernyataan Stoner J dan Wankel C, bahwa ada tiga kata untuk melukiskan kedudukan yang berbeda pada rangkaian kesatuan tersebut, yaitu kepastian, resiko dan ketidakpastian.

Dalam kondisi kepastian, kita mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pada kondisi resiko, kita mengetahui kemungkinan apa yang akan terjadi dan bahkan tidak mengetahui hasil yang mungkin didapat.

Pada kondisi ketidakpastian, sangat terbatas informasi yang dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan, sehingga kadang-kadang pendekatan peramalan bisa tidak tepat.

Pernyataan Murry Schumach dapat sebagai contoh bahwa para pedagang berlian dapat mempercayai hubungan di antara mereka bahkan sampai melampaui batas-batas internasional, sehingga mereka dapat menandatangani transaksi jutaan dolar hanya dengan penuh kepercayaan bahwa perjanjian di antara mereka akan dihormati meskipun mungkin tidak resmi sifatnya.

Jika dinilai dari kredibilitasnya rendah, dan bisa jadi akan ada resiko, karena Informasi yang lengkap tidak tersedia.

Namun kita mempunyai gambaran yang baik mengenai kemungkinan tertentu. Misalnya perusahaan minyak mungkin tidak mengetahui kapan sebuah program pengeboran yang meliputi banyak sekali sumur, tapi prakiraan dapat dibuat mengenai jumlah sumur yang akan berhasil.

Dalam kondisi ketidakpastian sedikit sekali hal yang dapat kita diketahui. Misalnya manajer yang terlibat dalam bisnis internasional mungkin untuk kali pertama menghadapai adat isitiadat serta kebudayaan yang sangat berbeda dari adat kebudaannya, sehinga hal itu membuat kendala ketidaksiapan.

Dengan demikian untuk mengelola manajemen strategi yang andal dibutuhkan suatu proses keputusan manajemen secara tepat, tanpa mengesampingkan proses kegiatan penelitian, perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan yang terpadu, mengingat situasi masa kini, lebih-lebih masa mendatang penuh ketidakpastian. (*)

Z. Bambang Darmadi, Lektor Kepala/Staf pengajar ASMI Santa Maria Yogyakarta, dan Dra. Sr. M. Clarentine OSF, MM., Kepala Sekolah SMA Fons Vitae 2 Marsudirini Koja Jakarta Utara