JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pandemi Corona Pangkas Dana Perjalanan Dinas, Wamenkeu: Pola Hemat Akan Dilanjutkan Pasca Pandemi

ilustrasi rapat virtual / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggaran dana untuk pengadaan rapat berhasil ditekan pada masa pandemi virus Corona (Covid-19) ini berlangsung.

Demikian dikatakan oleh Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. Dia mengatakan, pandemi virus Corona yang berimplikasi pada pembatasan sosial telah membentuk pola hidup baru dalam pola kerja di kementerian dan lembaga pemerintah.

Salah satunya terlihat dalam penyelenggaraan rapat virtual yang berimplikasi pada penggunaan anggaran tersebut.

Dalam situasi pandemi, kata Suahasil, Kementerian Keuangan menggelar semua rapat dan pertemuan melalui video conference.

“Itu artinya pemerintah menghemat semua anggaran untuk perjalanan dinas ke luar kota dan luar negeri,” katanya saat memberi kata sambutan dalam acara Public Expenditure Review World Bank, Senin (22/6/2020).

Baca Juga :  Jadikan Hotel Ruang Karantina Mandiri Pasien OTG, Kemenparekraf Anggarkan Dana Rp100 M. Pasien akan Diisolasi 14 Hari di Hotel Bintang Tiga, Dapat Fasilitas Makan hingga Laundry

Walhasil, anggaran yang biasanya dikeluarkan pemerintah perjalanan dinas, baik di dalam maupun luar negeri yang sangat besar itu bisa ditekan. Itu belum termasuk biaya sewa hotel dan penyediaan makanan saat rapat.

Sebelum era Covid-19, Suahasil menilai situasi tersebut sangat normal dan tidak menjadi masalah. Namun, pemerintah berjanji akan mempertahankan efektivitas dan efisiensi anggaran hingga periode pasca Covid-19.

Lebih jauh Suahasil mencontohkan, di periode sebelumnya, ketika menggelar lima kali rapat maka harus disediakan snack untuk setiap rapat.

Baca Juga :  Kemenparekraf Siapkan Anggaran Rp 100 Miliar untuk Isolasi 14.000 Pasien Covid-19 di Hotel

“Bisa dibayangkan berapa besar anggaran yang bisa kita hemat. Kami ingin memastikan budaya baru dapat dilanjutkan setelah ini,” ucapnya.

Apalagi pemerintah tengah menyusun Rancangan APBN 2021. Suahasil menjelaskan pemerintah akan tetap melakukan penghematan sekaligus memastikan anggaran untuk sektor-sektor utama, misalnya kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang berguna bagi masyarakat.

Penghematan tersebut sejalan dengan fokus pemerintah untuk memastikan semua anggaran dapat dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Rancangan APBN 2021 tidak akan kembali pada situasi anggaran ketika 2019 atau tahun sebelumnya,” ujarnya.

www.tempo.co