JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Politikus Nasdem, Eva Yuliana Kutuk Keras Aksi Penyerangan Polisi di Tawangmangu

Anggota DPR RI dari partai Nasdem Solo, Eva Yuliana. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Politikus Nasdem dari Solo, Eva Yuliana bereaksi atas kasus penyerangan anggota Polri di Tawangmangu, Karanganyar. Eva mengutuk keras peristiwa tersebut dan berharap hal ini merupakan kasus yang terakhir kali terjadi.

Seperti diketahui, aksi penyerangan terhadap petugas kepolisian kembali terjadi. Untuk ke sekian kalinya, anggota POLRI menjadi sasaran aksi kekerasan yang motifnya hingga kini belum dipastikan konfirmasinya. Seorang anggota Polresta Karanganyar, Bripda Hanif Ariyono, luka sobek serius di bagian leher belakang.

Korban merupakan driver Wakapolresta Karanganyar, Kompol Busroni, yang diduga menjadi sasaran utama penyerangan. Selain korban satu petugas kepolisian, satu korban lagi, atas nama Jarot Broto Sarwono, seorang warga sipil yang ikut membantu membekuk tersangka. Tersangka sendiri dikabarkan tewas di tempat karena dilumpuhkan dengan senjata api petugas.

Baca Juga :  Konsisten Dukung Hutomo Mandala Putra, Berkarya Jateng Siapkan Sanksi Tegas untuk Kader Membelot

“Aksi penyerangan terhadap petugas kepolisian seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Saya mengutuk keras aksi kekerasan seperti ini. Apa pun motivasinya, penyerangan terhadap petugas negara adalah pelanggaran hukum yang relatif berat,” tegas Eva, yang merupakan Anggota Komisi III DPR RI, Minggu (21/6/2020).

Baca Juga :  Masih Melaju, Total Kasus Corona di Solo Tembus 308, Kantor Inspektorat Ditutup Menyusul ASNnya Positif Covid-19

Lepas dari peristiwa tersebut, Eva mengapresiasi kesiapan dan kesigapan Anggota Polresta Karanganyar, dalam menangani kasus penyerangan ini. Warga masyarakat diminta tetap tenang menanggapi kasus penyerangan tersebut.

“Hal ini menjadi bukti kita memiliki satuan petugas kepolisian yang siap dan sigap terhadap segala kemungkinan kejahatan yang mengancam. Saya mengapresiasinya secara khusus. Namun begitu, saya mohon kasus ini diusut hingga tuntas. Siapakah identitas pelaku penyerangan. Dan bila mungkin, ditemukan juga motif sebenarnya penyerangan yang dilakukan,” tukasnya. Prihatsari