JOGLOSEMARNEWS.COM Sport

PSIM Yogyakarta Minta Kompetisi Liga 2 2020 Dimulai dari Nol Jika Kembali Digulirkan

Penggawa PSIM Yogyakarta saat melakoni latihan jelang menghadapi kick off Liga 2 2020 di Stadion Dwi Windu, Kamis (12/3/2020) lalu. Media Official PSIM via Tribunjogja
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto menanggapi soal wacana PSSI akan kembali menggulirkan kompetisi Liga 2 2020 pada Oktober 2020 mendatang. Sebelumnya, melalui rapat virtual Selasa (2/6/20), PSSI mengemukakan beberapa usulan terkait kelanjutan kompetisi sepak bola Indonesia, Liga 1 maupun Liga 2 2020.

Nah diantara beberapa usulan terkait ialah mengubah format kompetisi. Jika awalnya hanya terbagi dalam dua grup, diubah menjadi empat grup dengan format kompetisi home turnamen.

Masing-masing grup terdiri dari enam klub. Dua klub teratas akan lolos ke babak delapan besar. Merespons usulan tersebut, Bambang Susanto mengusulkan agar kompetisi ‘direset’ atau diulang dari awal lagi.

Terlebih mayoritas klub baru memainkan satu laga, bahkan ada juga yang belum main sama sekali. Tim berjuluk Laskar Mataram baru memainkan satu laga kontra Sriwijaya FC, 15 Maret 2020.

Dalam lawatan tandang tersebut, tim besutan Seto Nurdiyantoro takluk dengan skor 2-1.

“Untuk menjaga nilai fairness, Liga 2 sebaiknya di-reset dari nol. Ini masukan agar dipertimbangkan di rapat Exco PSSI,” kata Bambang.

Selain itu, Bambang turut menyoroti usulan pengurangan jatah klub Liga 2 yang promosi misal kompetisi kembali digulirkan Oktober 2020 mendatang. Dari yang semula tiga klub hanya menjadi dua klub saja. Dengan skenario itu, berarti Liga 1 2021 akan diikuti oleh 20 klub.

“Promosi jangan dikurangi, sebab kalau hanya dua maka kemungkinan promosi makin mengecil,” kata Bambang Susanto.

Pengurangan slot klub promosi dikhawatirkan Bambang akan berimbas pada kualitas kompetisi yang menurun. Sebab, 24 klub harus bersaing untuk slot dua tiket promosi.

“Kalau (jatah promosi-red) kecil, klub rugi dan bisa jadi banyak yang pilih mundur dan kualitas pun menjadi turun,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan manajer PSIM, David MP Hutauruk. Menurutnya pengurangan jatah promosi bakal menjadi beban berat bagi setiap klub.

“Bicara teknis pertandingan, bagaimana pun dengan kondisi seperti ini, psikis, mental, fisik pemain juga berpengaruh. Akhirnya kualitas pertandingan pun mungkin akan berpengaruh. Jika level pertandingan biasanya 8, bisa turun ke 7 atau 6,” kata David.

“Nah dengan cuma dua tim yang dapat jatah promosi, pasti agak berat. Tapi bagaimana pun PSIM tetap fight karena target kita tetap promosi,” tambahnya.

Adapun keputusan PSSI baru akan diambil pada rapat Komite Eksekutif (Exco).

Kabarnya rapat itu akan segera dilaksanakan setelah pertemuan PSSI dengan klub-klub Liga 1 dan Liga 2.

Laskar Mataram kabarnya menjadi satu dari dua klub Liga 2 yang setuju kompetisi dilanjutkan.

Selain PSIM, ada juga Badak Lampung yang punya keinginan serupa.

www.tribunnews.com