JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pengunduran Diri Ditolak, Purnomo Siap Melangkah ke Depan Jalankan Tugas Partai

Wakil Wali Kota Solo yang juga merupakan Bakal calon wali kota Solo yang diusung PDIP Solo, Achmad Purnomo, saat di wawancarai wartawan, Kamis (18 Juni 2020.. Foto: JSNews/Prabowo
Bakal calon walikota solo yang diusung PDIP Solo, Achmad Purnomo. Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah pengunduran dirinya dari ajang Pilwakot Solo 2020 ditolak DPC PDIP Solo, Achmad Purnomo siap kembali “berperang” untuk memperebutkan kembali rekomendasi dari DPP PDIP. Namun dia masih enggan menceritakan langkah-langkah yang akan diambilnya dalam berpolitik sembari menunggu rekomendasi turun.

“Nanti saja, sekarang menunggu rekomendasi turun dulu. Kalau sudah, dan rekomendasi turun pada saya baru kampanye,” ujar Achmad Purnomo, Selasa (9/6/2020).

Purnomo mengaku terharu dengan keputusan yang diambil oleh DPC PDIP Solo terhadap surat pengunduran dirinya tersebut. Hal itu kemudian menggugah hatinya untuk kembali berjuang bersama partainya.

Baca Juga :  Bajo Sah Jadi Lawan Gibran-Teguh Dalam Pilwakot Solo 2020

“Saya juga sudah koordinasi kembali dengan pak Teguh (Teguh Prakosa-red). Pokoknya kita siap. Partai masih berharap agar saya maju dalam Pilwakot Solo. Sebagai petugas partai, saya akan mengesampingkan perasaan saya dan teguh melangkah ke depan menjalankan tugas,” tukasnya.

Sebelumnya, Purnomo mengajukan surat permohonan undur diri dari ajang Pilwakot Solo 2020 jika tetap dilaksanakan pada Desember 2020. Alasannya yaitu tidak sampai hati jika harus melaksanakan kampanye di tengah kondisi masyarakat yang masih dirundung pandemi korona (covid-19) saat ini.

Di sisi lain, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, penolakan terhadap surat pengunduran diri Purnomo tersebut bukan semata keputusan DPC, melainkan masukan dari jajaran anak ranting, ranting hingga pengurus anak cabang (PAC).

Baca Juga :  Partai Gelora Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020, Anis Matta: Dinamika di Daerah

“Salah satunya karena belum ada rekomendasi dari DPP terkait Pilwakot Solo 2020. Kemarin juga disepakati untuk segera membentuk panitia pemenangan Pilkada. Jadi yang menolak itu adalah yang dulu menunjuk Pak Pur sama Pak Teguh sebagai bakal calon. Karena DPC kan pada prinsipnya hanya mengesahkan suara dari anak ranting, ranting dan PAC untuk diteruskan ke DPP,” pungkas Rudy. Prihatsari