JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tanggulangi Banjir Rob, Pemkab Kendal Kembali Ajukan Normalisasi Sungai ke Gubernur

Ilustrasi Dampak banjir rob yang menggenangi pemukiman warga. Istimewa

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banjir akibat genangan air laut pasang (rob) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal. Akibatnya, lebih dari 10 ribu warga yang bermukim di sepanjang pesisir pantai utara mulai terkena dampak musibah ini.

Data yang dihimpun, wilayah yang terdampak banjir rob yakni mulai dari Kecamatan Rowosari, Kangkung, Patebon, Kendal, Brangsong hingga Kaliwungu.

Guna menanggulangi fenomena alam tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal telah berencana menormalisasi saluran sekunder. Kepala DPUPR Kendal, Sugiono, saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan, guna menanggulangi banjir rob, Pemkab Kendal telah mengajukan anggaran kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah agar dilakukan normalisasi Kali Kendal.

Baca Juga :  Terlantar, Situs Kalitaman Butuh Perhatian Pemerintah

“Kami sudah menyampaikan ke Pemprov Jateng agar dilakukan normalisasi di Kali Kendal,” terang Sugiono, kemarin.

Sugiono juga menyampaikan, pihaknya juga tengah fokus untuk melakukan sejumlah program kerja penanganan rob yang menjadi kewenangan Pemkab Kendal. Program tersebut di antaranya perbaikan pintu air, pembuatan parapet Kali Kendal, hingga penataan saluran perkotaan.

“Kami membantu tiga unit pompa untuk menyedot rob di Kelurahan Bandengan. Teknisnya seperti apa kami serahkan ke warga, karena mereka yang lebih tahu persis kondisi di lapangan,’’ kata Sugiono, kemarin.

Lebih lanjut, Sugiono mengungkapkan, rob yang melimpas hingga ke rumah warga terdapat sejumlah faktor seperti penurunan tanah, tingginya gelombang air laut, dan siklus pasang surut tahunan. Setiap tahun di wilayah pesisir pantai mengalami penurunan tanah rata-rata enam sentimeter, termasuk di Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Karangsari yang sudah tergenang rob sejak Mei silam. Faktor lain yakni terjadinya siklus harian naiknya air pasang antara pukul 13.00 WIB – 17.00 WIB.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Jalin Kerja Sama dengan GRMS untuk Sinkronisasi Data Covid-19

“Genangan air rob yang menggenangi daratan dan menggenangi rumah warga melalui beberapa saluran seperti Sungai Kendal, saluran sekunder, dan tambak-tambak di sekitarnya yang tidak mampu menampung air pasang. Ketinggian rob yang melimpas ke jalan bervariasi antara 20 sentimter hingga 50 sentimeter,” terang dia.

“Tahun ini rob sangat parah dibanding tahun-tahun sebelumnya,’’ imbuh dia. Satria Utama