JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Verifikasi Faktual Belum Selesai, PPDB Gakin Solo Tahun Ini Pakai Data 2019

Ilustrasi PPDB
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkot Solo menggunakan data warga miskin tahun 2019 sebagai acuan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Hal itu dilakukan karena Pemkot tidak dapat menyelesaikan verifikasi faktual lapangan warga miskin Solo akibat terjadi pandemi covid-19.

Menurut Staff IT Dinas Sosial Kota Surakarta, Angga Setiawan, pendataan warga miskin tahun 2020 sudah dilakukan namun proses verifikasi faktual baru berjalan sekitar 25 persen. Kemudian terhenti akibat pandemi Corona.

Baca Juga :  KA Prameks Mulai Beroperasi Normal Kembali, Tapi Dibatasi 70 Persen Dari Kapasitas Tempat Duduk

“Maka untuk PPDB tahun ini kita menggunakan data semester II tahun 2019. Karena terhenti proses pendataannya, maka data warga miskin tahun 2020 belum dapat diperbarui,” paparnya, Selasa (2/6/2020).

Berdasarkan data semester II tahun 2019 sendiri, sekitar 50.000 warga masuk kategori miskin. Angka tersebut diperkirakan meningkat pada tahun ini lantaran dampak dari pandemik.

“Namun tidak bisa dimasukkan tambahan, kita harus koordinasi dulu dengan atasan (wali kota) untuk memasukkan orang yang dulunya rentan miskin kemudian menjadi miskin saat corona ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Untuk Bayar Listrik Saja Tak Ada Dana, Wali Kota Solo Kembali Usulkan Opsi Pengunduran Pilkada

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Etty Retnowati menambahkan, warga miskin akibat pandemi corona dipersilahkan mendaftar sesuai zonasi.

“Dia bisa masuk zona biasa. Kemudian jika sekolah merasa dia dari keluarga miskin berdasarkan home visit sekolah meski belum masuk SK wali kota sebagai warga miskin,” pungkasnya. Prihatsari