JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Amankan Pilkada, Polda Jateng Terjunkan Lebih dari 15 Ribu Personel

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menyampaikan paparannya di depan peserta diskusi Pilkada yang digelar secara online, Rabu (22/7/2020). Foto: Prabowo/JSNews

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bersiap mengamankan Pilkada 2020. Di Jawa Tengah, Pilkada yang dihelat pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, akan diikuti 4 kota dan 17 kabupaten di Jawa Tengah.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan, pihaknya akan menerjunkan 14.575 personel dibantu 720 anggota Brimob. Mereka akan mendukung pengamanan di 44.385 TPS di seluruh wilayah yang menyelenggarakan pilkada.

“Untuk mengamankan Pilkada Serentak di Jawa Tengah, total ada 14.575 personel dan 720 Brimob yang kita terjunkan di 21 kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah,” ujar Kapolda saat mengikuti kegiatan webinar bertema ‘Pilkada Serentak Jateng 2020 Aman dan Bergembira Tanpa Provokasi’ dengan PWI dan wartawan Solo Raya, pada Rabu (22/7/2020).

Luthfi juga menjelaskan, jumlah personel yang diterjunkan tersebut tersebar di beberapa wilayah di Jateng yang menggelar Pilkada Serentak 2020. Luthfi menegaskan, pihaknya akan membekali anggotanya yang ikut mengamankan Pilkada 2020 dengan protokol kesehatan penanganan covid-19 seperti memakai masker, berlengan panjang, dan lainnya.

Baca Juga :  Tak Kuat Iman, Tukang Gigi Nekat Nyambi Jualan Ribuan Obat-Obatan Terlarang. Kadang Juga Dipakai Sendiri, Akhirnya Kini Nyesal Diringkus Polisi

Di sisi lain, pihaknya tidak segan menindak masyarakat yang melakukan kampanye dengan menggunakan motor knalpot bersuara bisik atau blong.

“Kami juga mengawal penegakan disiplin protokol kesehatan selama tahapan dan pelaksanaan Pilkada 2020,” terang Luthfi.

“Kembali lagi, saya imbau kepada pendukung, tim sukses bagaimana mereka melakukan kampanye hindari itu (knalpot brong). Kita akan melakukan tindakan tegas. Saya tidak peduli dari partai mana pun yang akan melakukan kampanye. Kalau melanggar lalu lintas saya sudah meminta jajaran untuk benar-benar mengamankan,” terang dia.

Mantan Kapolresta Surakarta ini juga menegaskan pentingnya tentang netralitas dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

“Bahwa Polri di mana pun berapa, khususnya Polda Jateng sudah saya perintahkan dan itu sebenarnya sudah menjadi rohnya anggota Polri bahwa kita adalah netral,” terang dia.

Baca Juga :  Dapat Posisi Kanan, Cabup Petahana Grobogan, Sri Sumarni Langsung Ucapkan Alhamdulillah. Targetkan Raup 95 Persen  Suara

“Tidak ada namanya Polri ikut serta dalam kontestasi. Itu sudah ada penitia dan penyelenggara,” imbuh dia.

“Polri pasti netral dan akan mengawal kegiatan itu sehingga Pilkada itu seleai,” tandasnya.

Sementara itu, Presidium Mafinfo Anita Wahid menuturkan, potensi hoaks akan masif terjadi pada perhelatan Pilkada. Sebab, hoaks sering digunakan sebagai senjata untuk menyerang kubu lawan.

Karena itu, pihaknya meminta kepada para stakeholder untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks pada Pilkada 2020. Misalnya, KPU dan Bawaslu harus cermat menyebarkan informasi kepada masyarakat.

“Kalau menemukan ada indikasi hoaks segera lakukan klarifikasi. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena nanti susah untuk meluruskan,” terang dia. P Yoga | Satria Utama