JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Anggota DPRD Jateng Meninggal Dunia dengan Status PDP, Gedung Berlian Ditutup Sementara

Gubernur Ganjar dan Kadisdikbud, Jumeri. Foto/Humas Jateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka menyelimuti DPRD Provinsi Jawa Tengah. Salah satu anggota DPRD Jawa Tengah Syamsul Bahri telah meninggal dunia. Anggota Komisi E dari Fraksi Partai Golkar yang berasal dari Kota Solo ini sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) covid-19.

Syamsul meninggal dunia di RSUD Dr Moewardi Solo pada Minggu (12/7/2020) pukul 22.15 WIB

Atas hal tersebut, Gedung DPRD Jateng yang terletak di Jl Pahlawan Kota Semarang ditutup sementara. Penutupan sementara dilakukan selama tiga hari, yakni mulai hari ini, Senin (13/7/2020) hingga tiga hari ke depan. Penutupan dilakukan untuk penyemprotan disinfektan dan penerapan protokol kesehatan lainnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya sudah meminta agar seluruh bagian gedung dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Selain itu, ia juga meminta anggota dewan lain melakukan tracing terhadap kontak erat dan kontak dekat almarhum selama beraktifitas di gedung berlian itu.

Baca Juga :  Penerapan Protokol Kesehatan di Dunia Pendidikan Jadi Prioritas

“Saya minta tracingnya dikejar, sehingga bisa diketahui dan dilakukan penanganan,” ujar Ganjar.

Disinggung soal penutupan kantor DPRD Jateng selama tiga hari, Ganjar mengatakan itu tidak akan mengganggu aktifitas kerja di sana. Sebab sebenarnya, penutupan itu bukan kali pertama, beberapa kali kantor DPRD Jateng sudah melakukan itu.

“Sudah beberapa kali sih, bukan hanya kali ini saja. Maka kita minta untuk on off sekaligus minta daftar kegiatan yang ada di sana. Ini bukan yang pertama, mungkin karena tidak terekspose saja, beberapa kali sudah dilakukan itu,” terangnya.

Selama penutupan itu, semua kegiatan tetap berjalan normal tanpa ada gangguan. Sebab menurut Ganjar, DPRD Jateng sudah terbiasa menggunakan elektronik.

“Dewan kita ini sudah terbiasa menggunakan medsos, menggunakan laporan yang sifatnya elektronik. Jadi cukup bisa membantu. Tidak ada kesulitan kalau soal itu. Tinggal sekarang saya minta teman-teman anggota dewan membantu tracing kontak erat dan dekatnya,” tutupnya.

Baca Juga :  Ganjar Imbau Warga Jateng Tak Mudik saat Perayaan Idul Adha

Sekadar diketahui, Syamsul Bahri dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7/2020). Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah itu pernah berstatus sebagai PDP covid-19.

Sebelum meninggal, Syamsul diketahui beberapa kali beraktifitas di Gedung DPRD Jateng. Hal itu membuat DPRD Jateng ditutup sementara selama tiga hari untuk dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Sementara itu Sekretaris Dewan Urip Sihabudin mengungkap Syamsul Bahri mulai berkegiatan di Solo pada 26 Juni 2020. Kemudian, lanjut Urip, Syamsul sempat datang ke kantor pada tanggal 1 Juli 2020 tapi hanya sebentar dan kembali melakukan kegiatan di luar.

“Kalau kegiatan itu saya sudah tracking tanggal 1 ke fraksi tapi hanya say hello, kemudian ada kegiatan di luar. Tapi sebelumnya tanggal 22-25 ada memang rapat di kantor ini. Kemudian 26 Juni di Solo kegiatan di sana,” terang Urip. Satria Utama