JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Begini Cara Memastikan Hewan Layak Kurban, Dilaksanakan Dislapernak Wonogiri Dengan Menggelar Pemeriksaan 3 Tahap

Pemeriksaan hewan kurban di Kecamatan Baturetno Wonogiri. JSNews. Aris Arianto
Pemeriksaan hewan kurban di Kecamatan Baturetno Wonogiri. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri mengambil kebijakan untuk memastikan hewan ternak layak kurban. Langkah itu adalah dengan menggelar pemeriksaan.

Tidak hanya sekali, pemeriksaan bahkan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Selain untuk mencegah adanya penyakit hewan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah hewan ternak itu sudah layak untuk kurban.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dislapernak Wonogiri, Prapto Utomo membeberkan, pemeriksaan ini sudah dilaksanakan sejak 29 Juni 2020 hingga 13 Juli 2020 di 13 kecamatan yang ada di Wonogiri.

“Selain di pasar hewan, kami juga sengaja memilih peternak atau penampungan hewan yang mempunyai peliharaan yang cukup banyak,” beber dia di sela pemeriksaan hewan ternak kurban di Dusun Ngepoh Desa Balepanjang, Baturetno, Wonogiri, Senin (13/7/2020).

Baca Juga :  Razia Masker di Sidoharjo Wonogiri, Tim Gabungan Jaring Sejumlah Warga yang Mengenakan Masker di Dagu

Pemeriksaan bertujuan untuk mengantisipasi penyakit hewan seperti antraks, zoonosis, jembrana dan penyakit lainnya. Sehingga hewan kurban yang dijual layak untuk kurban. Usai pemeriksaan tahap pertama, menjelang proses penyembelihan juga dilakukan pemeriksaan, kemudian ada lagi pemeriksaan ketika hewan kurban telah disembelih.

“Saat pemeriksaan tahap pertama petugas kami memberikan obat dan injeksi pada hewan ternak. Pemberian obat dan injeksi ini minimal harus tiga pekan sebelum hewan disembelih. Jika tidak, dikhawatirkan saat disembelih masih ada residunya. Selain itu, setiap tempat pengepul kami pasangi stiker layak kurban. Ini merupakan bentuk rekomendasi kepada masyarakat ketika akan membeli hewan kurban,” terang dia.

Sampai saat ini sudah ada sekitar 1.200 sapi yang sudah diperiksa dan diberikan obat serta injeksi. Adapun untuk kambing sudah tidak terhitung jumlahnya.

Baca Juga :  Sah Lur, Harjo Nomor Urut 1 Josss Nomor Urut 2, Siap Bersaing Memperebutkan Kursi Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri dalam Pilkada Wonogiri 2020

“Obat dan injeksi ini juga sebagai antisipasi penyakit cacing hati,” ujar dia.

Staf Bidang Veteriner Sie Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah, Al Fitra Setya Wijaya, mengatakan kawasan Wonogiri harus terus diawasi, karena berbatasan dengan Pacitan dan Gunung Kidul. Upaya ini juga sebagai bentuk kepastian pemerintah bahwa hewan ternak dari Jateng bebas dari penyakit.

Terpisah pengepul hewan kurban asal Dusun Ngepoh Desa Balepanjang Kecamatan Baturetno Haji Sarto menambahkan, hewan-hewan ternak yang ditampungnya rata-rata dalam kondisi sehat. Setiap pekan dirinya mengaku memasok sapi dan kambing ke Jakarta. Sampai saat ini pihaknya baru menyediakan ternak untuk pengiriman harian, untuk menyuplai kebutuhan daging di Jakarta. Tapi untuk pesanan hewan kurban belum ada yang pesan. Aria