JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Hendi Bantu Siswa Tak Bisa Ambil Ijazah karena Tunggakan Biaya

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau di SMA Ronggolawe belum lama ini. Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi virus corona atau covid-19 berimbas pada pelemahan di sektor pertumbuhan ekonomi. Dampak sosial ekonomi akibat pandemi covid-19 juga dirasakan semua kalangan masyarakat di Kota Semarang.

Kondisi tersebut juga dialami sejumlah orang tua siswa SMA Ronggolawe Kota Semarang. Pendapatan mereka anjlok sehingga tidak mampu membayar SPP sekolah anaknya. Akibatnya, anak mereka tidak dapat mengambil ijazah kelulusan karena tidak dapat memenuhi salah satu persyaratan, yakni melunasi pembayaran SPP sekolah.

Data yang dihimpun, di SMA Ronggolawe yang berlokasi di Kecamatan Semarang Barat terdapat belasan siswa menunggak pembayaran SPP lebih dari 4 bulan, bahkan terdapat 2 siswa yang belum mengambil ijazahnya.

Mendengar kabar tersebut, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi langsung bergerak cepat dengan menunjukkan rasa empatinya. Orang nomor satu di Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini memberikan bantuan pembayaran SPP bagi 17 anak di SMA Ronggolawe yang menunggak pembayarannya.

Baca Juga :  Bantu Tangkap Begal, Warga Desa Pasir Langsung Diundang Kapolres. Kapolres Apresiasi Warga Tak Main Hakim Sendiri

“Saya tidak mau melampaui kewenangan provinsi karena memang aturannya seperti itu, SMA di bawah Disdik Provinsi. Tapi kalau orang per orang kami bantu karena di Disdik Kota ada bea siswa tidak mampu,” ungkap Hendi belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Hendi juga memberikan bantuan SPP kepada 17 anak tidak mampu yang menunggak pembayarannya. Sebanyak 15 siswa mendapatkan bantuan pembayaran SPP periode Juli-Desember, sedangkan 2 siswa akan dilunasi kewajiban SPP-nya sehingga dapat mengambil ijazah kelulusan.

“SPP kalian lunas semuanya. Setelah ini kalian harus tetap semangat, selalu ada hal yang bisa kita cari solusinya jika kita menemui masalah,” pesan Hendi di hadapan siswa dan orang tuanya.
Dirinya menyebut kondisi ini merupakan potret Semarang sesungguhnya akibat COVID-19. “Ada yang punya tabungan saat Covid, ada yang tidak punya tabungan. Jangankan untuk membayar sekolah anaknya, untuk makan pun susah,” ujar Hendi.

Oleh karena itu pihaknya akan terus menyalurkan bantuan sosial baik berupa sembako maupun Bantuan Sosial Tunai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Panti Asuhan Ar-Rahman Berawal dari Bismillah dan Alhamdulilah

“Minimal standar untuk hidup itu terpenuhi, seperti sembako dan bahan pangan,” imbuhnya.

i luar itu seperti bidang kesehatan, Pemerintah Kota Semarang masih memiliki program UHC secara gratis dan beasiswa tidak mampu oleh Dinas Pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Sementara itu Kepala SMA Ronggolawe Tri Dadi Purnomo mengungkapkan kondisi sulit pastinya dialami SMA swasta di tengah pandemi virus corona seperti ini. Untuk itu, dirinya sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena Wali kota Semarang Hendrar Prihadi yang bersedia membantu siswa-siswinya yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Swasta ya begini ini, apalagi akhir-akhir ini kondisi Covid. Karena anak-anaknya tidak ada di sekolahan, pemasukan juga sangat sulit sekali. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena Wali kota Semarang Hendrar Prihadi yang bersedia membantu siswa-siswinya yang mengalami kesulitan ekonomi,”terangnya. Satria Utama