JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kabar Gembira, Program Kartu Prakerja Gelombang 4 Bakal Dibuka Lagi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui sebelum mengelar rapat koordinasi tentang optimalisasi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Dalam pertemuan itu pemerintah salah satunya membahas soal opsi menjadikan TPPI sebagai BUMN. Tempo/Dias Prasongko

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah terhenti beberapa saat lamanya, program Kartu Prakerja gelombang IV akan segera dimulai kembali.

“Program prakerja akan dimulai kembali. Sudah clear semua dari sisi kelembagaan maupun revisi Perpres, PP dan Permenko-nya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi via telekonferensi, Senin (27/7/2020).

Untuk itu, kata Airlangga, gelombang IV akan segera dimulai baik secara online dan offline.

Baca Juga :  Perang Semesta Melawan Covid-19, IDI Sebut Garda Terdepan adalah Masyarakat

“Dengan dimulai kembalinya program ini diharapkan anggaran bisa segera diserap,” ujarnya.

Sebelumnya, manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja sempat menyetop seluruh transaksi dan penjualan paket pelatihan yang disediakan delapan mitra program prakerja.

Keputusan itu tertuang dalam surat Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja nomor S-148/Dir-Eks/06/2020/.

Surat itu ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari pada 30 Juni 2020. Dalam surat tertulis bahwa keputusan itu berlaku sejak pemberitahuan ditandatangani.

Baca Juga :  Dulu Bersaing di Pilkada DKI Jakarta, Kini Sandiaga Uno dan Djarot Saiful Hidayat Gabung Tim Sukses Menantu Jokowi di Pilkada Kota Medan

Surat juga ditujukan kepada delapan mitra program prakerja, yaitu Bukalapak, MauBelajarApa, Pijar Mahir, Pintaria, SekolahMu, Sisnaker, Skill Academy by Ruang Guru dan Tokopedia.

Pemerintah menyetop sementara program itu guna mengevaluasi pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Pelatihan Program Kartu Prakerja. Langkah itu diambil usai banyaknya kontroversi yang muncul di tengah masyarakat.

www.tempo.co