JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Mahasiswa di Jogja Ini Kejang-kejang, Lalu Meninggal di Kamar Kos Temannya

Ilustrasi mayat. Foto: Pixabay.com

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Saat tidur di kamar indekos temannya di wilayah Sapen, Demangan, Gondokusuman, seorang mahasiswa UII Yogyakarta berinisial PA (24) kejang-kejang, lalu meninggal dunia.

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Bonifasius Slamet, mengatakan sebelum meninggal dunia korban diduga sempat mengalami kejang-kejang.

“Korban diduga menghembuskan napas terakhir karena penyakit jantung yang dideritanya. Korban meninggal di kamar indekos temannya yang berada di Sapen, Demangan, Gondokusuman,” ujar Boni, Selasa (14/7/2020).

Menurut Kapolsek, korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu (12/7/2020) lalu pukul 07.30 WIB.

Korban meninggal dunia diduga akibat serangan jantung. Korban diketahui merupakan mahasiswa yang berasal dari Pekanbaru, Riau.

Di Yogyakarta, ia tinggal di sebuah asrama yang berada di Jalan Karangmojo RT 1 RW 1 Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Baca Juga :  Terkuak Fakta Baru Kasus Mutilasi Kalibata City: Pelaku Cari Cara Memotong Mayat dari Medsos, Pakai Bubuk Kopi untuk Samarkan Bau

“Korban sendiri merupakan mahasiswa UII tingkat akhir. Almarhum mengambil jurusan informatika,” imbuh Boni.

Awal mula penemuan mayat PA di sebuah indekos bermula ketika PA datang ke tempat kos temannya yang bernama Sulastri (23).

Sesampainya di kos temannya, PA izin untuk tidur. Sekitar 03.40, PA beranjak dari kasur hendak melaksanakan ibadah salat Isya.

PA tersadar jika ia belum melaksanakan salat Isya.

Saat hendak beranjak dari kasur, PA mengaku sakit dan tidak bisa untuk berdiri.

“Tidak lama setelah ia mengeluhkan sakit, PA justru kejang-kejang hingga ia akhirnya tidak sadarkan diri,” sambung Boni.

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan di Yogyakarta Bisa Pilih Sendiri Hukumannya, Mulai dari Push-up, Menyapu Jalan, hingga Denda

Teman korban sontak menelepon dokter melalui nomor darurat yang ia miliki.

Kemudian, sekitar pukul 04.45 empat dokter datang ke kamar indekos dimana PA tergeletak sudah tak sadarkan diri.

Kemudian, sejumlah dokter tersebut melakukan pemeriksaan terhadap korban.

“Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, diduga kematian PA dilatarbelakangi oleh sakit jantung, polisi juga sudah menelepon keluarga korban,” jelas Boni.

Boni tidak lupa menghubungi keluarga korban yang berada di Pekanbaru, Riau. Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban memang mempunyai riwayat penyakit jantung.

“Jenazah kami sudah evakuasi ke RS Bhayangkara di Kalasan, Sleman. Untuk proses evakuasi sendiri dilaksanakan dengan menggunakan protokol pencegahan penularan Covid-19,” tutup Boni.

www.tribunnews.com