JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Masuk Kemarau, BPBD Karanganyar Waspadai Langganan Kebakaran di Hutan Lawu. Sejumlah Sumur Dalam Disiapkan Atasi Kekeringan Gondangrejo

Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran
Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, mulai melakukan pemetaan terhadap daerah rawan kekeringan dan kebakaran saat musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi pada bulan September 2020 mendatang.

Salah satu yang menjadi prioritas antisipasi adalah hutan Lawu yang hampir tiap tahun tak pernah absen dari kebakaran.

Kepala pelaksana BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karayanto menyampaikan, sejauh ini keberadaan sumur dalam yang ada di daerah rawan kekeringan, seperti kecamatan Gondangrejo, telah disiagakan.

Hal itu diharapkan menjadi solusi mengatasi kebutuhan air bersih dan air untuk konsumsi di beberapa wilayah.

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

“Selain melakukan pemetaan, koordinasi dengan para relawan di seluruh wilayah yang dilakukan dalam bentuk anjangsana, segera kita lakukan,” paparnya, Jumat (24/7/2020).

Sementara, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), BPBD Karanganyar telah mempersiapakan tim husus yang sewaktu-waktu diturunkan jika terjadi musibah kebakaran.

“Salah satu wilayah rawan kebakaran adalah hutan Gunung Lawu. Hampir setiap tahun di wilayah ini terjadi kebakaran. Untuk itu, kita telah menyiapkan tim gerak cepat yang nantinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan para relawan untuk melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran,” tandasnya.

Baca Juga :  Kisah Pilu Bertumpuk-Tumpuk Ketua RT di Desa Buran Karanganyar Yang Kecelakaan dan Positif Covid-19. Di Rumah Sakit Tak Boleh Ditunggui, Operasi Tunggu Statusnya Negatif, Kerabatnya di Rumah Malah Meninggal Dunia

Dari sisi anggaran, Sundoro menambahkan sebagian anggaran BPBD yang dialihkan (refocusing) untuk penanggulangan dan pencegahan Cpvd-19, telah dikembalikan. Hal itu diharapkan dapat dimanfaatkan dalam mengantisipasi bencana kebajaran saat musim kemarau.

“Yang jelas, seluruhnya sudah siap. Baik dari sisi personil maupun anggaran. Kita siaga 24 jam untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi,” pungkasnya. Wardoyo