JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Nahas, Setelah Dicabuli Pamannya, Bocah Ini Jadi Korban Pemerkosaan Petugas Perlindungan Anak

Ilustrasi perkosaan
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ibarat pepatah pagar makan tanaman, petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) berinisial DA ini justru berbuat tidak senonoh terhadap bocah persmpuan yang mestinya dilindunginya.

Akibat perbuatannya, Kepolisian Daerah Lampung menetapkan DA sebagai tersangka pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, NV (14),.

“Berdasarkan hasil gelar perkara pada 7 Juli malam sampai 8 Juli dini hari, kami menetapkan yang bersangkutan (DA) sebagai tersangka,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga :  Jumlah Kabupaten dan Kota yang Berzona Merah Kian Bertambah

NV diduga diperkosa oleh DA saat berada di rumah aman yang dimiliki lembaga tersebut.

Keberadaan NV di rumah aman merupakan buntut dari pemerkosaan yang dilakukan pamannya pada akhir November 2019. Paman NV pun telah divonis selama 13 tahun oleh pengadilan setempat.

Di kasus NV dengan petugas P2TP2A, kepolisian telah memeriksa delapan orang saksi termasuk korban dan mendapatkan hasil visum dari rumah sakit.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Dijerat dengan 3 Pasal Ini

Khusus pemeriksaan terhadap NV, kata Zahwani, dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan layanan trauma healing.

“Korban pun sudah diberikan pelayanan trauma healing oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Lampung,” ucap Zahwani.

Sementara untuk pelaku, DA, polisi telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan. Zahwani berharap, DA bisa kooperatif dan memenuhi panggilan tersebut.

www.tempo.co