JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Respons Cepat Bupati Wihaji Beri Kemudahan Sektor Investasi, Konsep TOD Satu Paket dengan KIT Batang

Bupati Batang, Wihaji(kiri), saat berpose di rumah dinasnya di Batang. Foto/JSnews

BATANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Presiden Joko Widodo telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batang untuk menyiapkan lahan kawasan industri terpadu. Bahkan, Presiden telah mengungkap soal rencana relokasi pabrik-pabrik dari negara lain serta para investor asing untuk di Kawasan Terpadu Batang yang berada di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih.

“Mengapa kita membuka kawasan industri di Batang ini? Satu saja jawabannya kita ingin buka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya untuk menciptakan lapangan kerja,” kata Jokowi, kemarin.

Atas program Presiden Jokowi tersebut, Bupati Batang Wihaji mengaku bergerak cepat dengan menyediakan berbagai kemudahan yang dapat dimanfaatkan oleh para calon investor. Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Batang akan menyediakan pelayanan bagi para investor supaya tidak bertele-tele dengan mengedepankan aturan.

“Pada prinsipnya kami akan memberikan segala kemudahan kepada para invstor yang sesuai dengan aturan, cepat dan melayani. Kami akan segera membangun infrastruktur penunjang untuk mendukung aktivitas industri di Kawasa Industri Batang,” terang dia, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga :  Menteri Erick Fokus Dongkrak Investasi di Batang

Lebih detail, Wihaji menyampaikan, rest area TOD tetap jalan yang nantinya di tengah kawasan industri akan dibangun hotel, apartemen dan UMKM dilengkapi paket wisata sehingga menjadi satu konsep.

“Kawasan Industri Terpadu Batang menjadi perbedaan kawasan industri lainya. Ibaratanya orang datang hanya bawa KTP sudah dapat motor,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya mempersilakan investor datang ke Batang karena ada regulasi yang mempermudah dari segi perizinan hingga harga tanah yang murah, hingga energi listrik karena kita punya PLTU 2×1.000 MW.

“Kemarin, Menteri PU PR siap bangun infrastrukturnya, bendungan untuk menyiapkan air bakunya, Menteri Perhubungan siap bangun pelabuhan dry port dan stasiun kereta barangnya,” terang Wihaji.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan kelebihan KIT Batang dengan luasan 4.000 hektare terdiri dari 3.000 hektare satu hamparan yang lainya hanya berbeda blok. “Dari hasil diskusi para menteri kemarin saya mengusulkan tanah KIT Batang tanahnya gratis selama beberapa tahun,” terang dia.

Baca Juga :  Duh Gusti, Kakek asal Sempor Tega Rusak Kehormatan Cucunya Sendiri Sejak Usia 12 Tahun. Korban Disetubuhi Berulangkali Saat Rumah Sepi, Diancam Dibunuh Jika Tak Mau Melayani

Karena dengan cara tersebut, lanjut dia, Indonesia bisa bersaing dengan negera lain, sehingga investror bisa berbondong-bondong.

“Investor cukup bawa KTP. Usahanya apa serius nggak, kalau serius monggo ini ada tanah dan sementara tidak bayar dulu, Inilah menjadi harapan saya selaku kepala daerah karena impeknya dapat menyerap tenaga kerja baru dan perputaran uang yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada Presiden Joko Widodo, Gubernur Jateng, Kepaka BKPM, Menteri BUMN dan DPUPR dan Perhubungan yang mencanangkan Kabupaten Batang sebagai Kawasan Industri Terpadu pada Selasa (30/6/2020),” pungkas dia. Satria Utama