JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sidang Lanjutan Kasus Bank UOB Solo, Penasihat Hukum Terdakwa Bacakan 12 Bendel Pledoi, Juga Beberkan Fakta Penting

Sidang kasus kejahatan perbankan UOB Solo di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Senin (06/07/20). Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sidang lanjutan kejahatan perbankan UOB Solo memasuki tahapan pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Senin (20/07/20).

Sebelumnya, tiga terdakwa Natalia Go, Vincencius Hendri, dan Meliawati dituntut hukuman 5 tahun penjara plus denda Rp 5 miliar subsider enam bulan penjara. Dalam sidang pledoi, penasehat hukum terdakwa membacakan pledoi sebanyak 12 bendel.

Baca Juga :  Biduan Nella Kharisma dan Woro Widowati Warnai Launching Yayasan Surya Nuswantara Wilwatikta

Penasihat hukum terdakwa, Zainal Arifin usai persidangan menjelakan, nota pembelaan masih berkutat pada fakta tidak adanya kesalahan SOP (standart operasional prosedur). Fakta itu, disebutnya beradarkan keterangan para saksi yang dihadirkan dalam beberapa sidang sebelumnya.

“Kita mengungkapkan fakta-fakta persidangan dan tuntuan jaksa dikupas sesuai unsur yang ada di dakwaan. Kami menilai unsur jaksa dalam tuntutan itu tidak terpenuhi,” kata Zainal kepada awak media.

Baca Juga :  Persatuan Masyarakat Batak Soloraya (PMBS) Gelar Perayaan Natal Tahun 2022

“Pertama bahwa tidak ada kesalahan SOP dari keterangan saksi yang kita hadirkan di bawah sumpah. Semua menyatakan bahwa proses penarikannya itu ada sesuai SOP dimana memang membawa KTP asli,” tambah dia.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com