JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tinggalkan PDIP, Demokrat: Akhyar Nasution yang Menawarkan Diri

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat Selasa, 14 Agustus 2018 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lantaran tak mendapatkan ruang di PDI Perjuangan setelah masuknya Bobby Nasution dalam ajang Pilkada Medan mendatang, Walikota Medan, Akhyar Nasution hengkang ke Partai Demokrat.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan Akhyar Nasution bergabung ke partainya atas keinginan pribadi. Akhyar sebelumnya merupakan kader PDIP.

Pelaksana tugas Walikota Medan itu hijrah ke Demokrat setelah PDIP santer disebut-sebut bakal mencalonkan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution dalam Pilkada Medan 2020.

“Niat untuk masuk Demokrat itu dari Bang Akhyar,” kata Jansen kepada Tempo, Minggu (26/7/2020) malam.

Di sisi lain, kata Jansen, Demokrat ingin menghadirkan alternatif pilihan di Pilkada Medan 2020. Demokrat pun resmi mencalonkan Akhyar berpasangan dengan politikus Partai Keadilan Sejahtera Salman Al Farisy.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, MAKI Ungkap Dugaan Percakapan Jaksa Pinangki dan Anita Kolopaking

Koalisi Demokrat – PKS akan melawan koalisi gemuk yang mengusung Bobby. Selain mungkin dicalonkan PDIP, Bobby juga mengantongin dukungan dari Partai Golkar, Partai NasDem, dan Partai Gerindra.

“Demokrat ingin demokrasi hidup di Medan, jadi publik punya alternatif pilihan. Masa di semua tempat kotak kosong semua,” ujar Jansen.

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan ada dua pertimbangan yang disampaikan Akhyar ketika memutuskan pindah partai.

Pertama, karena tak diberi ruang untuk menyalurkan hak politiknya dalam kontestasi Pilkada Medan 2020.

“Setiap kader parpol punya hak untuk tampil dalam kontestasi politik. Ketika saluran atau ruang itu tidak diberikan, tentunya dia cari saluran alternatif untuk tampil sebagai calon Wali Kota Medan,” ujar Kamhar, Minggu (26/7/2020) malam.

Baca Juga :  Dinyatakan Positif Covid-19, Menteri Agama Fachrul Razi Jalani Isolasi. Tugas Didelegasikan ke Wamenag

Pertimbangan lain, kata Kamhar, Akhyar sudah merasa tak nyaman dengan mekanisme kaderisasi di PDI perjuangan. Di sisi lain, hubungan Akhyar dengan Demokrat selama ini berjalan cukup baik.

“Sehingga dia memilih untuk hijrah ke tempat baru yang dipandang lebih kondusif untuk memperkuat potensinya dengan maksimal,” ujar dia.

Kepindahan Akhyar dari PDIP ke Demokrat bermula dari kunjungannya ke Bappilu Demokrat pada Juni lalu. Di hadapan pengurus Bappilu, Akhyar menyatakan kesiapannya bergabung dan membuat kartu tanda anggota dengan catatan Demokrat mau mengusungnya dalam Pilkada Medan 2020.

www.tempo.co