JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

15 Ribu Warga Kurang Mampu di Jateng Dapat Sambungan Listrik Gratis, Bangkitkan Sektor Perekonomian Masyarakat

Ilustrasi. pexels
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup sulit, tak hanya bagi Provinsi Jawa Tengah tetapi juga untuk negara Indonesia, bahkan juga negara-negara lain di dunia. Memasuki bulan Agustus 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus bekerja keras untuk membangkitkan sektor perekonomian yang guncang akibat pandemic covid-19.

Pemprov Jateng telah menggulirkan sejumlah program bantuan kepada masyarakat. Upaya itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat pandemi covid-19.

Terbaru, sebanyak 15 ribu rumah mendapat bantuan sambungan listrik gratis senilai total 16,3 miliar rupiah. Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, program sambungan listrik gratis ini merupakan instruksi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Tujuannya untuk menggenjot produktifitas warga miskin agar kesejahteraannya meningkat.

“Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sambungan listrik telah berjalan dengan anggaran APBD Pemprov Jateng tahun 2020,” ujar dia belum lama ini.

Baca Juga :  Hadiri Rapat Paripurna Ganjar Fokus Efektifitas RAPBD

Saat ini, progres pekerjaan mencapai 43,76 persen. Atau terpasang 6.564 unit dari target 15 ribu unit.

Program ini dilaksanakan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Diantaranya di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Grobogan, Rembang, Blora, Klaten, Magelang, Boyolali, Kendal, Demak, dan Kota Semarang.

Di Demak misalnya target pemasangan listrik di 544 titik. Dengan jumlah yang sudah terinstal ada 322 titik. Di Kota Semarang targetnya enam titik, dan Kendal targetnya 250 titik.

Sudjarwanto berharap, program ini tidak sekadar membuat rumah-rumah warga menjadi terang. Namun juga berefek pada peningkatan produktifitas hingga meningkatnya kesejahteraan keluarga.

Misalnya dengan melakukan aktivitas pekerjaan tambahan di dalam rumah. Seperti menjahit, membuat kerajinan, kuliner dan sebagainya. “Statemen mereka, pak, kalau begitu kami malam masih bisa kerja lagi. Karena ada listrik ini. Nah inilah yang membuat kita bahagia,” imbuhnya.

Baca Juga :  Duh, 6 Camat di Kabupaten Pati Positif Terpapar Covid-19. Begini Kondisinya!

Sujarwanto mengidentifikasi sebagian warga penerima bansos pemasangan listrik ini merupakan warga yang sebelumnya telah mendapatkan saluran listrik dari sekitar dengan cara menyambung di sekitar. Tentu sambungan itu sifatnya terbatas. Seperti untuk sekadar penggunaan lampu, kipas angin saja, atau lainnya, serta tidak untuk usaha.

“Ini (pemasangan listrik ini) memang sangat menolong masyarakat,” ucapnya.

Penting untuk diketahui, selain sambungan listrik, Dinas ESDM juga memberikan bantuan sosial kepada 16 kelompok masyarakat. Berupa 13 paket sumur bor dan tower air, 1 unit Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), 1 unit revitalisasi PLTMH, serta 1 unit pompa air tenaga surya.

Kemudian bantuan hibah kepada 42 kelompok masyarakat/kelompok tani. Berupa 1 unit demplot instalasi perpipaan gas rawa serta 45 unit demplot biogas. Satria Utama