JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buntut Puluhan Tenaga Medis Terpapar Covid-19, RSUD Sragen Langsung Gelar Swab Massal. Total 500 Nakes dan Pasien Diswab, Semua Pasien Rawat Inap Diwajibkan Rapid Test!

Para tenaga medis RSUD Sragen yang sembuh dari covid-19 saat beranjak pulang seusai menjalani perawatan dan isolasi mandiri di bangsal teratai. Foto/Wardoyo
Para tenaga medis RSUD Sragen yang sembuh dari covid-19 saat beranjak pulang seusai menjalani perawatan dan isolasi mandiri di bangsal teratai. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rentetan gelombang covid-19 yang menerpa tenaga medis, membuat manajemen RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen terus meningkatkan pelacakan dan kewaspadaan.

Sejak 23 tenaga kesehatan (nakes) dan petugas terpapar covid-19 akibat tertular dari pasien, manajemen langsung bergerak melakukan swab massal.

Bahkan dalam dua hari terakhir, total ada lebih dadi 500 orang yang diswab di lingkungan RSUD Sragen.

Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto menyampaikan pihaknya sudah melakukan swab massal selama dua hari terakhir baik kepada tenaga medis, petugas maupun pasien.

“Sejak hari Senin kami sudah melakukan swab massal. Kemarin ada sekitar 200 yang kita swab, hari ini ada 300an orang yang kita swab. Ada nakes, karyawan maupun pasien. Hasilnya nanti masih menunggu,” paparnya kepada wartawan usai pelepasan 17 nakes yang sembuh, Rabu (26/8/2020).

Didik menguraikan pada Rabu (26/8/2020) ada 17 tenaga medis yang sembuh dari covid-19 dan dipulangkan.

Baca Juga :  Tambah 4 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Menanjak Jadi 456. Tiga Pasien Dirawat di Rumah Sakit Solo, 684 Kontak Erat dan Total Sudah 59 Meninggal Dunia

Mereka sebelumnya menjalani karantina mandiri di Bangsal Teratai sejak dinyatakan positif tanggal 17 Agustus 2020 lalu.

“Rinciannya 14 nakes, dua cleaning service, satu sekuriti, satu pendorong dan satu admin,” paparnya.

Dengan kasus itu, pihaknya akan lebih meningkatkan kewaspadaan dengan menguatkan skrining terhadap pasien. Hal itu untuk mengantisipasi adanya risiko penularan yang dimungkinkan berasal dari pasien di luar ruang isolasi covid-19.

“Manajemen juga sudah membuat kebijakan dengan mewajibkan setiap pasien rawat inap baik dari IGD atau rawat inap lewat poli harus dilakukan rapid test. Karena risiko paling tinggi justru ada di ruangan di luar isolasi,” tandasnya.

Wakil Direktur RSUD Sragen, Joko Haryono menguraikan selain 17 nakes yang sembuh, masih ada 5 nakes positif yang masih menjalani isolasi di Technopark Sragen.

Mereka dicurigai tertular dari pasien di Bangsal Rosella yang tidak jujur lalu meninggal dengan hasil swab menunjukkan positif covid-19.

Wabup Sragen, Dedy Endriyatno mengatakan kasus positif yang menimpa 17 nakes itu harus menjadi perhatian bagi semua dan masyarakat bahwa mereka yang paham tentang kesehatan dan bagaimana menjaga diri saja masih bisa kena.

Baca Juga :  Sempat Menolak Dites, Kades Trombol Mondokan Sragen Malah Positif Terpapar Covid-19. Kini Diisolasi di Technopark, 5 Saudaranya Juga Positif Semua

Apalagi masyarakat awam yang tidak terbiasa menjaga diri, tentu juga berpotensi bisa terkena.

“Maka hari ini sekaligus evaluasi bagi semua baik RSUD Sragen, RS negeri dan swasta serta Puskesmas lainnya agar terus meningkatkan kewaspadaan dan protokol dan menjaga agar rumah sakit bukan lagi sumber penyebaran covid-19,” tutur Wabup seusai melepas 17 nakes yang sembuh di RSUD Sragen, Rabu (26/8/2020).

Wabup juga berpesan agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa menaati protokol covid-19.

Masyarakat juga diharapkan tidak mengendorkan kewaspadaan mengingat kita hari tren kasus covid-19 di Sragen kian meningkat.

“Jangan dibuat kendor. Kita harus meningkatkan kewaspadaan kita karena semakin hari tren kasus covid-19 di Kabupaten Sragen masih mengalami kenaikan. Jaga diri, jaga keluarga dan lingkungan dari covid-19,” tegas Wabup. Wardoyo