JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pakar Komunikasi: Empati dan Komunikasi yang Baik Kunci Penyembuhan bagi Pasien Covid-19

Pakar Komunikasi, Aqua Dwipayana. Foto: dok
Pakar Komunikasi, Aqua Dwipayana. Foto: dok

DENPASAR, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sikap ikhlas disertai rasa bersyukur harus menjadi kunci bagi kalangan paramedis dalam memberikan pelayanan paripurna kepada para pasien di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Saat ini semua kalangan di seluruh dunia membutuhkan peran paramedis, sehingga hal ini harus direspons dengan memberikan pelayanan terbaik dan penuh sikap empati,  meski di tengah beratnya beban kerja sekarang ini.

Demikian diungkapkan pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana dalam paparannya di depan unsur pimpinan dan staf RSUP Sanglah Bali dalam sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi bertema “Memperkuat Energi dan Sinergi Dalam Penanganan Covid-19” di Aula Werkudara Gedung Poliklinik Lantai 3 RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (3/8/2020).

“Perang melawan virus Covid-19 adalah perang kemanusiaan, bukan perang ekonomi apalagi politik. Siapapun harus siap menjadi relawan apalagi kalangan paramedis yang berada di garda depan. Kuncinya selalu bersikap postif dan berani tetapi juga jangan konyol, disertai kesabaran dan keikhlasan,” demikian disampaikan Aqua Dwipayana.

Pemaparan Aqua Dwipayana selain disampaikan di hadapan sekitar 50 peserta di RSUP Sanglah Denpasar dengan memperhatikan protokol kesehatan juga bisa dipantau melalui fasilitas zoom meeting yang diikuti hampir 350 peserta dari berbagai wilayah di Tanah Air. Selain itu, ratusan lainnya juga menyimak melalui tayangan live streaming Youtube. Pada kegiatan tersebut, putra bungsu Aqua Dwipayana, yakni Savero Karamiveta Dwipayana, seorang mahasiswa semester 7 dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Sumedang-Bandung, Jawa Barat juga tampil sebagai pembicara.

Selain pejabat struktural dan Tim penanganan Covid-19 RSUP Sanglah, webinar ini juga disaksiskan oleh Kepala Dinas Kesehatan seluruh Bali, Direktur Rumah Sakit se-Bali, organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI , POGI, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa, Politeknik Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 provinsi Bali, dan pihak terkait.

Baca Juga :  Giliran Gedung Kemensos Lantai 1 Terbakar, Diduga Korsleting

Menurut Aqua, dalam bekerja, setiap orang hendaknya memperhatikan rumus empat “as” yang akan melahirkan “as” yang kelima. “Kunci dalam bekerja adalah sikap ikhlas, inilah energi utama dalam bekerja dan melakukan aktivitas apapun. Serahkan semua hal kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Kedua bekerja dengan cerdas yakni beraktivitas dengan efektif dan efisien dan kalau bisa lakukan multitasking dengan penekanan skala prioritas,” ungkap Aqua Dwipayana.

Kemudian, bekerjalah dengan keras karena menunjukkan konsistensi. “Setelah bekerja keras, jalankanlah dengan tuntas. Jangan setengah-setengah. Bila perlu menginap di kantor ketika menyelesaikan sebuah tugas penting karena hal ini terkait dengan kredibilitas kita. Ketika kita menjalankan keempatnya dengan baik, maka semua aktivitas dan pekerjaan kita akan berkualitas. Lakukanlah hal ini secara konsisten dan terus-menerus,” katanya menguraikan.

Dalam pemaparannya, Aqua menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada tenaga medis yang berkali-kali disebutnya sebagai “pahlawan kemanusiaan”, termasuk mereka yang bertugas di Provinsi Bali.

“Sampai saat ini, tidak ada yang tahu hingga kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Untuk itu mari kita bersama-sama menghadapinya sesuai dengan kemampuan masing-masing,” lanjut Aqua.

Kuncinya menurut mantan wartawan di banyak media itu, mengutamakan keikhlasan dan melakukan semua hal dengan penuh sinergi dan kolaborasi atau kerjasama. Sikap ikhlas dalam pekerjaan adalah bekerja secara totalitas dengan menggunakan hati dan jangan berpikir apa yang kita dapatkan. Mulailah dengan sederhana, berdoa, dan bekerja dengan tidak hitung-hitungan. Lakukan dengan penuh keyakinan dan insya Allah nanti kebaikan akan kita dapatkan.

Baca Juga :  Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Berlaku Sampai dengan Kebutuhan Terpenuhi

Aqua menegaskan bahwa bagi kita semua tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. “Terutama karena sampai saat ini, di tengah pandemi kita masih diberikan kesehatan. Itu yang tidak bisa digantikan dengan uang berapapun. Semua tenaga medis yang berada di RSUP Sanglah ini sudah berperan penting secara langsung dalam kaitan Covid-19. Peran besar ini yang pasti diapresiasi semua orang. Untuk inilah semuanya harus bersyukur,” ucapnya.

Selain bekerja dengan ikhlas, faktor kedua adalah selalu berkomunikasi dengan baik. Saat ini, banyak orang Indonesia dari golongan mampu yang memilih berobat di Rumah Sakit di negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia.

Tenyata, kata Aqua Dwipayana, penyebabnya adalah pada aspek komunikasi. “Karena dari sisi medis, kita tidak kalah. Ternyata faktornya ada pada komunikasi. Salah satu faktor penting yang bisa berdampak pada proses penyembuhan pasien adalah sikap empati dan cara kita dalam berkomunikasi. Maka, hati-hatilah dalam berkomunikasi, berpikir dulu baru berbicara. Jangan berbicara dulu, dipikir kemudian,” kata Staf Ahli Ketua KONI Pusat bidang Komunikasi Publik itu.

Aspek yang ketiga adalah selalu berpikir postif atau “positive thinking”. “Pandanglah semua orang dari sisi baik, persoalan ternyata ada iktikad buruk atau negatif, serahkan semua kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Jangan isi hati dan pikiran kita dengan sampah-sampah yang tidak penting,” tegas Aqua.(ASA)