JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pemkab Sragen Umumkan Sekolah Tatap Muka Tetap Digelar Mulai Senin Besok. Tapi Hanya Untuk 63 Sekolah, Dengan Catatan Berikut!

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto saat memimpin hormat bendera dalam giat upacara dan apel pembinaan wawasan kebangsaan dan deradikalisasi di SMAN 1 Sumberlawang, Senin (10/2/2020). Foto/Wardoyo
Sekda Sragen, Tatag Prabawanto saat memimpin hormat bendera dalam giat upacara dan apel pembinaan wawasan kebangsaan dan deradikalisasi di SMAN 1 Sumberlawang, Senin (10/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen akhirnya merevisi kebijakan terkait pembelajaran tatap muka bagi sekolah. Terus melonjaknya kasus corona virus atau covid-19 menjadi alasan Pemkab terpaksa melakukan perubahan terkait kegiatan sekolah tatap muka.

Pembelajaran tatap muka akan tetap digelar 31 Agustus mendatang, namun hanya diperbolehkan bagi sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan. Total ada 63 sekolah SD dan SMP di 20 kecamatan yang boleh menggelar tatap muka mulai 31 Agustus nanti.

“Dari hasil simulasi yang kita lakukan, protokol kesehatan sebenarnya sudah berjalan baik di sekolah. Namun karena situasi covid-19 yang belum mereda, kegiatan belajar mengajar tatap muka 31 Agustus besok kita sampling saja hanya sekolah-sekolah tertentu,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM . Sabtu (29/8/2020).

Tatag menjelaskan, keputusan itu merupakan hasil rapat tim Satgas Covod-19 Kabupaten dengan dinas terkait setelah dilakukan simulasi di beberapa sekolah di Sragen Kota dua hari lalu.

Sekolah-sekolah yang nantinya diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka, selanjutnya akan ditentukan oleh Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  100 Lebih Kelompok Tani di Sragen Digelontor 150 Alsintan Senilai Rp 15,7 Miliar. Anggota DPR RI Luluk Harap Petani Lebih Sejahtera, Bupati Yuni Ingatkan Semua Bantuan Tahun Depan Akan Dicek Masih Ada Wujudnya Atau Tidak!

“Tidak semua sekolah ditunjuk (tatap muka). Kita sampling setiap kecamatan ada, dari TK, SD hingga SMP,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Suwardi menyampaikan pihaknya sudah mengirimkan edaran ke sekolah-sekolah terkait perkembangan ini.

Berdasarkan edaran tersebut, terdapat 63 sekolah dari seluruh wilayah Sragen, yang pada 31 Agustus akan diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

“Sambil menunggu situasi covid-19 berkurang, untuk sementara kebijakan yang diambil adalah piloting saja. Menunjuk masing-masing kecamatan ada tiga sekolah, yakni TK, SD dan SMP,” paparnya.

Ia menjelaskan dinas sudah menunjuk tiga sekolah baik negeri maupun swasta di 20 kecamatan di Sragen. Khusus untuk Kecamatan Sragen Kota, ada enam sekolah yang diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Pelaksanaan sekolah tatap muka pun diaksanakan dengan catatan bahwa rang tua siswa mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka.

” Ini kita laksanakan sambil menunggu persebaran Covid-19 berkurang,” imbuhnya.

Menurutnya, belum ada tenggat waktu sampai kapan sistem piloting ini diberlakukan. Pihaknya akan terus melakukan evalusi serta menilik kondisi sebaran covid-19 sebelum menentukan langkah lanjutan.

Baca Juga :  Awas, Ini 10 Potensi Kerawanan di Pilkada Sragen Yang Wajib Diwaspadai. Salah Satunya Kampanye Ajakan Golput, Polres Siagakan 785 Personel Amankan Saat Coblosan

“Pokoknya itu jalan terus sambil kita evaluasi. Untuk sekolah lain tetap siap sewaktu-waktu kita putuskan untuk menyelenggarakan tatap muka,” pungkasnya.

Di sisi lain, lonjakan kasus covid-19 di Sragen memang terus terjadi dalam dua pekan terakhir. Terakhir, Jumat (28/8/2020) kemarin ada tambahan delapan kasus positif sehingga melambungkan angka covid-19 Sragen menjadi 208 kasus positif.

Rinciannya 63 dirawat dengan 44 asimptomatik dan 19 simptomatik.
Kemudian ada 128 pasien dinyatakan sembuh dan 17 meninggal dunia.

Sementara dari kategori suspek tercatat sebanyak 211 orang dengan rincian 15 dirawat, 159 sembuh dan 33 meninggal dunia.

Bahkan dalam rentang dua pekan terakhir, kasus covid-19 Sragen melonjak sebanyak 89 kasus positif.

Di sisi lain, hingga hari ini total sudah ada 53 orang yang meninggal terkait covid-19 di Bumi Sukowati. Rinciannya, 17 pasien positif, satu pasien positif dan sembuh asal Sribit Sidoharjo, 33 suspek, satu ODP dan satu PP. Wardoyo