JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Penderita Covid-19 Tak Boleh Dikucilkan

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih. Istimewa

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota Pekalongan meminta warganya untuk tidak mengasingkan para pasien yang terpapar virus corona (covid-19). Masyarakatpun diminta tidak melakukan tindakan diskriminatif atau pengucilan terhadap pasien maupun keluarga pasien yang terpapar Covid-19. Pasalnya, hal tersebut dapat menambah beban dan dampak psikis bagi mereka.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) Pekalongan Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) belum lama ini.

“Pasien positif itu bukan aib. Jangan sampai diasingkan atau bahkan dikucilkan. Apalagi keluarganya juga turut dijauhi. Kami meminta masyarakat agar mengubah stigma itu. Sebab, hal itu akan menyebabkan pasien terbebani dan menurunkan imun seseorang, sehingga akan berakibat fatal bagi korban maupun keluarga korban,” tegas Sekda Sri Ruminingsih.

Baca Juga :  Agar Terlindungi dan Tak Hilang, Tanah Wakaf dan Aset Keagamaan Harus Bersertifikat

Dijelaskan lebih detail oleh Ning sapaan akrabnya, siapapun dapat berpotensi tertular Covid-19 saat berada di lingkungan manapun, bekerja atau berprofesi sebagai apapun, dan entah pernah bepergian ke luar daerah atau tidak.

Ia pun mengajak, masyarakat memberi semangat atau dorongan motivasi terhadap pasien yang terpapar Covid-19 maupun keluarganya. Pihaknya juga mengingatkan warga di wilayah Kota Pekalongan untuk menerapkan “Jogo Tonggo” atau saling menjaga tetangga secara bersama-sama selama pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Kecelakaan Perempatan Mustika Batang, Truk Gasak 7 Kendaraan yang Berhenti Saat Lampu Merah, Satu Korban Ibu Hamil Terpaksa Jalani Persalinan Caesar

Diakui, waspada itu penting, tapi jangan panik berlebihan dan tetap jalankan protokol kesehatan, supaya imun atau ketahanan tubuh seseorang meningkat. Dukungan materi saja tidak cukup, pasien maupun keluarga pasien juga perlu dimotivasi secara moral.

“Kita boleh membantu dan mendukung mereka dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, tidak boleh melakukan kontak langsung dengan pasien yang sedang isolasi mandiri,” bebernya.

Sekda Ning meminta agar masyarakat bersama-sama mengaktifkan Program Jogo Tonggo yang digaungkan Pemprov Jateng. Ia menambahkan, dampak Covid-19 tidak akan cepat selesai jika tidak ada gotong-royong, maka sangat diperlukan saling berempati dengan tetangga. Satria Utama