JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pengamat: Ancaman Reshuffle dari Jokowi Tak Lagi Kredibel dan Bertuah

Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Orang mungkin sudah lupa dengan ancaman dan kemarahan presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menterinya beberapa waktu lalu karena sampai dengan sekarang, ancaman reshuffle itu tak kunjung ada kabarnya.

Dengan begitu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan ancaman reshuffle kabinet yang dilontarkan Presiden Jokowi kepada para menterinya hanya gimmick.

Pasalnya, hingga kini belum ada tindak lanjut dari kemarahan Jokowi di rapat kabinet paripurna yang dibocorkan ke publik beberapa waktu lalu itu.

Baca Juga :  Status Positif Covid-19 pada Paslon Peserta Pilkada Serentak 2020 Bakal Pengaruhi Nomor Urut, Bisa Dapat Nomor Urut Sisa atau Terakhir

Menurut Burhanuddin, lama kelamaan publik tidak mempertanyakan kinerja para menteri ketika Jokowi marah lagi.

“Kemarahan itu akan kembali ke alamat pengirim, artinya kemarahan makin lama makin kehilangan kredibilitas kalau tidak diikuti langkah konkret,” katanya dalam diskusi virtual, Kamis (20/8/2020).

Salah satu pembantu presiden yang kinerjanya menjadi sorotan publik adalah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Burhanuddin berujar, jika ditanya ke masyarakat umum atau elite apakah Terawan pantas dicopot atau tidak, maka jawabannya sudah jelas.

Baca Juga :  Kasus Mutilasi Kalibata City, Polisi Sebut Kondisi Ekonomi Dorong Pelaku Tega Membunuh: Sudah Beberapa Hari Tidak Makan

“Masalahnya, yang punya hak prerogatif untuk mengganti (reshuffle) adalah presiden. Kalau misalnya presiden masih mempertahankan, tentu pertanyaan wajib kita arahkan kenapa masih mempertahankan Pak Terawan,” katanya.

Survei Indikator Politik Indonesia terhadap pemuka opini yang terbaru misalnya, hanya 37,2 persen elite yang percaya Terawan bisa bekerja baik dalam menangani Covid-19. Sementara 37,1 persen tidak percaya, 25 persen biasa saja, dan 0,7 tidak menjawab.

www.tempo.co