JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sopir Minibus Maut Yang Kecelakaan di Kemuning Karanganyar Ditahan 1 x 24 Jam. Polisi Duga Sopir Tak Hafal Medan, Kondisi Jalan Berkelok Ekstrim 

Petugas gabungan saat mengevakuasi minibus yang kecelakaan di Kemungking, Ngargoyoso , Karanganyar. Foto/Istimewa
Petugas gabungan saat mengevakuasi minibus yang kecelakaan di Kemungking, Ngargoyoso , Karanganyar. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polres Karanganyar resmi menahan pengemudi minibus pengangkut belasan pendaki Lawu yang mengalami kecelakaan di Dukuh Secepit, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (9/8/2020) malam.

Sopir minibus bernama Akhmad Khuzaidin (33), warga Dukuh Krajan Selatan, Desa Pakem, Kecamatan Gebang, Purworejo itu ditahan untuk menjalani pemeriksaan atas insiden yang menewaskan satu orang dan dua luka itu.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi melalui Kasat Lantas AKP Maulana Ozar mengatakan sopir sudah ditahan untuk 1 x 24 jam sejak kejadian.

Penahanan dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan guna mendalami kejadian tersebut.

Meski ditahan, sementara status pengemudi masih sebagai saksi. Pihaknya belum menetapkan status tersangka kepada sopir minibus tersebut.

“Kita masih bisa tahan 1×24 jam untuk pendalaman. Masih ada kemungkinan-kemungkinan. Dugaan awal akibat pecah ban, setelah itu kan saksi mengatakan mobil tidak bisa dikendalikan, kita lihat apakah mesinnya masih layak. Kalau memang (masalahnya) kelayakan mobil, harusnya sopir bertanggung jawab,” paparnya kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Baca Juga :  Pemilik Kucing di Colomadu Yang Ditembak Mati Tetangganya, Resmi Lapor Polisi. Anisa Didampingi 5 Lawyer Solo

Kasat Lantas menguraikan tim kini tengah mendalami dugaan kecelakaan yang menewaskan seorang pendaki ini merupakan kelalaian sopir atau ada sebab lain.

Selain itu, pihaknya menduga sopir tidak menguasai medan. Lokasi kecelakaan memang merupakan turunan tajam yang berkelok.

“Apalagi dia tidak menguasai medan, medannya turunan seperti itu. Kalau memang pecah ban, kita dalami apakah memang bannya masih layak, kalau tidak layak berarti memang kesalahan mutlak sopir,” tegasnya.

Saat ini minibus sudah diamankan di Mapolres sebagai barang bukti. Seperti diberitakan, minibus yang membawa rombongan pendaki gunung itu mengalami kecelakaan di Dukuh Secepit, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (9/8/2020) malam.

Data yang dihimpun di lapangan, minibus malang itu diketahui bernopol B 7535 KDA. Bus diketahui membawa 17 penumpang yang barusaja selesai mendaki gunung Lawu.

Mereka mayoritas diketahui berasal dari Jakarta dan Jawa Barat. Kecelakaan terjadi sekira pukul 20.50 WIB.

Kades Kemuning, Widadi Nur Widyoko mengatakan kronologi  kecelakaan terjadi saat minibus itu barusaja menjemput rombongan pendaki asal Jakarta dan Jabar.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ketua RT di Desa Buran Karanganyar Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Kerabat Cemas Karena Ada Kerabat Meninggal Dunia dan Rumahnya Berdekatan

Mereka barusaja selesai melakukan pendakian Gunung Lawu via jalur pendakian Candi Cetho.

“Di dalam bus mengangkut 17 pendaki yang berasal dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Sesampai di Dukuh Secepit, sopir diberitahu salah satu penumpang jika ban belakang sebelah kiri kempes,” paparnya kepada wartawan, Minggu (9/8/2020) malam.

Kondisi jalanan di lokasi kejadian memang berupa turunan. Diduga karwna hilang kendali, minibus kemudian melaju agak kencang.

Sopir sempat berusaha mengerem namun mobil tidak berhenti. Pengemudi mobil berusaha banting setir ke kiri.

“Tapi bus malah mengenai tebing lalu masuk selokan dan baru berhenti setelah menabrak tebing lagi,” urainya.

Korban meninggal bernama Sri Miyana (19), warga Kampung Pedurinan, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Remaja itu  diketahui duduk di sebelah sopir sempat terjepit badan bus. Wardoyo